Puncak Karier di Sektor Keuangan dan Negara
Dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Destry Damayanti menjabat sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005–2006, bersamaan dengan perannya sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005–2011.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011–2015. Pada periode yang sama, ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014–2015.
Pada 21 Mei 2015, Presiden Joko Widodo menunjuk Destry sebagai Ketua Panitia Seleksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di tahun yang sama, ia dilantik sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015–2019. Dikutip dari Jawa Pos, penugasan tersebut dijalaninya di tengah kondisi kesehatan yang belum pulih sepenuhnya.
Puncak karier Destry tercapai pada 2019, ketika ia dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Dikutip dari laman resmi BI, ia kembali ditetapkan untuk periode kedua 2024–2029 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024.
Kemudian, dikutip dari SWA, saat dilantik pada 2019 lalu, Destry memaparkan lima fokus utama BI, yaitu kebijakan policy mix, pendalaman sektor keuangan, penguatan sistem pembayaran digital, pengembangan keuangan syariah, serta sinergi lintas lembaga. Visi tersebut menjadi pijakan BI dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia juga dikenal sebagai pendukung kuat kepemimpinan perempuan. Dikutip dari Infobank, Destry menegaskan pentingnya inklusivitas, termasuk penyediaan fasilitas daycare di Bank Indonesia untuk mendukung perempuan bekerja.
Penghargaan
Atas kontribusinya, Destry meraih berbagai penghargaan. Dikutip dari Antaranews, ia menerima Citi Distinguished Alumni Award kategori Leadership.
Ia juga pernah masuk dalam daftar Infobank Top 100 Most Outstanding Women, sebagai pengakuan atas perannya di sektor finansial.
Pesan dan Prinsip Karier
Masih dikutip dari Infobank, Destry memegang tiga prinsip utama, yakni be yourself, do what you love and love what you do, serta filosofi ‘dua kuping satu mulut’.
Baginya, hidup dan karier tidak selalu direncanakan, tetapi harus dijalani sepenuh hati dan dengan kejujuran pada diri sendiri.
Baca Juga: Mengenal Sosok Parwati Surjaudaja, Perempuan Tangguh yang Menahkodai Bank OCBC NISP