Peran sebagai Produser

Pada 2017, Kamila mendirikan Forka Films dan menjabat sebagai Creative Director. Rumah produksi ini menjadi wadah kolaborasi bagi berbagai proyek film dengan perspektif sosial kuat serta membuka ruang bagi sineas muda.

Ia juga aktif dalam berbagai program mentoring internasional, termasuk CHANEL X BIFF Asian Film Academy, memperkuat perannya dalam pengembangan sineas generasi baru.

Penghargaan

Sepanjang kariernya, Kamila Andini telah menerima berbagai penghargaan bergengsi di tingkat nasional maupun internasional, mulai dari Earth Grand Prix di Tokyo International Film Festival dan FIPRESCI Award di Hong Kong International Film Festival, hingga Grand Prix Berlinale Generation Kplus serta Platform Prize di Toronto International Film Festival.

Karya-karyanya juga membawanya meraih Silver Bear di Berlin International Film Festival, penghargaan dari Asia Pacific Screen Awards, serta sejumlah apresiasi di Festival Film Indonesia.

Selain itu, kontribusinya di bidang kreatif turut diakui melalui penghargaan Young Outstanding Alumni Award dari Pemerintah Australia.

Pengakuan terbaru datang ketika ia resmi menjadi anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) sekaligus Oscar voter, bergabung bersama para profesional perfilman dunia dalam menentukan karya-karya terbaik di ajang Academy Awards.

Ketertarikan pada Isu Perempuan dan Feminisme

Dikutip dari Antaranews, Kamila Andini secara konsisten mengangkat pengalaman perempuan Indonesia dalam film-filmnya. Ia tertarik pada karakter perempuan yang tidak selalu konfrontatif, tetapi memiliki kekuatan batin untuk memperjuangkan pilihan hidupnya.

Pemahamannya terhadap feminisme berkembang seiring perjalanan kariernya. Baginya, film menjadi ruang belajar sekaligus ruang dialog untuk membicarakan pengalaman perempuan secara lebih manusiawi.

Pengalaman menjadi ibu juga memperkaya sudut pandangnya, membuatnya semakin banyak menghadirkan pengalaman domestik perempuan ke dalam cerita film.

Pesan Kamila Andini tentang Film dan Perjalanan Kreatif

Selanjutnya, dikutip dari Konde.co, Kamila melihat film sebagai ruang di mana seluruh elemen mencakup dialog, tata kamera, kostum, pencahayaan, hingga desain produksi, bekerja bersama membentuk pengalaman menonton yang utuh.

Menurutnya, film bukanlah jawaban akhir, melainkan ruang percakapan yang memungkinkan penonton menemukan refleksi atas pengalaman hidup mereka sendiri.

Ia juga kerap menyampaikan bahwa sineas tidak perlu meniru siapa pun untuk berhasil. Menemukan suara personal justru menjadi kunci agar karya mampu berbicara universal.

Nah Growthmates, perjalanan Kamila Andini bukan hanya kisah sukses pribadi, tetapi juga membuka jalan bagi lebih banyak perempuan untuk berkarya di industri film. Ia membuktikan bahwa cerita lokal yang jujur dan empatik dapat diterima secara global.

Kini, Namanya pun tidak hanya dikenal sebagai sutradara Indonesia, tetapi sebagai sineas dunia yang terus membawa cerita perempuan Indonesia ke panggung internasional dengan cara yang halus, puitis, dan sangat manusiawi.

Baca Juga: Deretan Sutradara Perempuan Inspiratif di Indonesia