Nama Grace Natalie kembali ramai diperbincangkan publik. Politisi Partai Solidaritas Indonesia atau PSI itu menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh gabungan 40 organisasi kemasyarakatan Islam terkait dugaan pemotongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, di Masjid UGM.

Di tengah polemik yang berkembang, sosok Grace Natalie kembali menarik perhatian publik. Perjalanan kariernya dinilai cukup unik, mulai dari jurnalis televisi, presenter berita, CEO lembaga riset, hingga kini dikenal sebagai tokoh politik PSI dan Komisaris Independen di MIND ID.

Lantas, seperti apa perjalanan hidup dan karier Grace Natalie? Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (9/5/2026), berikut Olenka ulas profil lengkapnya.

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan

Dikutip dari CNN Indonesia, wanita bernama lengkap Grace Natalie Louisa ini lahir di Jakarta pada 4 Juli 1982. Ia merupakan putri dari pasangan Brata Ngadiman dan Anna Clementine.

Dalam kehidupan pribadinya, Grace menikah dengan Kevin Osmond pada 2011 dan dikaruniai dua anak laki-laki, yakni Kenzo Alexander Osmond dan Kyle Osmond.

Grace menempuh pendidikan di SMAK 3 BPK Penabur Jakarta sebelum melanjutkan studi S1 Akuntansi di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie. Semasa kuliah, ia dikenal aktif dan sempat menjadi asisten dosen di beberapa mata kuliah.

Semangat belajarnya terus berlanjut hingga ke luar negeri. Dikutip dari Medcom, Grace menyelesaikan program Master of Public Administration di National University of Singapore pada 2021.

Dua tahun kemudian, ia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Singapore Management University pada 2023.

Awal Karier di Dunia Jurnalistik

Ketertarikan Grace pada dunia jurnalistik mulai terlihat sejak masih kuliah. Dikutip dari Tempo, ia mengikuti ajang pencarian presenter televisi SCTV Goes to Campus dan berhasil menjadi pemenang wilayah Jakarta serta masuk lima besar tingkat nasional.

Kesuksesan itu membuka jalan kariernya di dunia televisi. Setelah lulus kuliah, Grace langsung direkrut SCTV dan menjadi presenter program berita Liputan 6.

Pada awal kariernya, ia lebih banyak turun langsung ke lapangan meliput berbagai isu, mulai dari kriminalitas, politik, ekonomi, hingga persoalan sosial masyarakat.

Dikutip dari Medcom, Grace mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan ritme kerja televisi yang cepat dan penuh tekanan. Namun pengalaman tersebut justru membuatnya semakin mencintai profesi jurnalistik.

Jejak Karier di Televisi Nasional

Karier Grace berkembang cukup pesat. Setelah berkiprah di SCTV, ia sempat pindah ke ANTV sebelum akhirnya bergabung dengan tvOne mengikuti seniornya, Karni Ilyas.

Di tvOne, Grace dikenal membawakan sejumlah program berita seperti Kabar Pasar, Kabar Petang, Apa Kabar Indonesia, hingga Kabar Terkini. Pada 2009, ia juga mengikuti kursus singkat di Maastricht School of Management, Belanda.

Sebagai jurnalis, Grace pernah melakukan wawancara eksklusif dengan sejumlah tokoh internasional, di antaranya Abhisit Vejjajiva, José Ramos-Horta, Steve Forbes, hingga George Soros.

Ia juga dikenal sebagai jurnalis lapangan yang terlibat dalam berbagai peliputan berisiko tinggi, seperti tragedi tsunami Aceh 2004, erupsi Gunung Talang di Sumatera Barat, konflik Poso, hingga penggerebekan teroris di Temanggung pada 2009.

Popularitas Grace di dunia televisi juga cukup besar. Dikutip dari Medcom, ia pernah meraih penghargaan Anchor of the Year 2008 serta Runner Up Jewel of the Station 2009 versi komunitas blog News Anchor Admirer. Namanya bahkan sempat masuk daftar 100 wanita terseksi 2009 versi FHM Indonesia.

Baca Juga: Najwa Shihab, Sosok Jurnalis Perempuan yang Menginspirasi dan Berdedikasi

Beralih ke Dunia Profesional dan Politik

Pada Juni 2012, Grace memutuskan meninggalkan dunia jurnalistik dan menjabat sebagai CEO Saiful Mujani Research and Consulting. Keputusan itu menjadi titik awal peralihannya dari dunia media ke ranah politik dan strategi komunikasi publik.

Dua tahun kemudian, Grace menjadi salah satu pendiri Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. Ia dipercaya menjadi ketua umum pertama PSI pada periode 2014–2021.

Di bawah kepemimpinannya, PSI berhasil meraih sekitar tiga juta suara nasional pada pemilu pertamanya. Grace dikenal aktif membawa citra PSI sebagai partai anak muda yang mengusung transparansi, antikorupsi, dan politik modern.

Setelah tak lagi menjabat sebagai ketua umum, Grace tetap aktif di partai sebagai Wakil Dewan Pembina PSI dan kemudian menjadi Sekretaris Dewan Pembina PSI yang dipimpin Ketum PSI, Kaesang Pangarep.

Jabatan di Pemerintahan dan BUMN

Karier politik Grace terus berkembang. Pada Mei 2024, ia ditunjuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Staf Khusus Presiden.

Tak lama kemudian, pada Juni 2024, Grace ditetapkan sebagai Komisaris Independen di MIND ID melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Karena aturan yang melarang pengurus partai politik merangkap jabatan direksi maupun komisaris BUMN sebagaimana diatur dalam PP Nomor 23 Tahun 2022, Grace kemudian tidak lagi aktif sebagai pengurus harian partai.

Kekayaan

Selain kiprah politiknya, Grace Natalie juga menjadi perhatian publik setelah laporan harta kekayaannya diumumkan melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Berdasarkan data yang dilaporkan ke KPK pada 30 Maret 2025, Grace tercatat memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp31.086.519.917. Nilai tersebut berasal dari total aset Rp41,08 miliar yang dikurangi utang sebesar Rp10 miliar.

Aset terbesar Grace berasal dari kas dan setara kas senilai Rp24,8 miliar. Selain itu, ia memiliki surat berharga senilai Rp9,66 miliar, harta bergerak lainnya Rp3,48 miliar, dan aset lain sebesar Rp965 juta.

Pada sektor properti, Grace melaporkan kepemilikan tanah dan bangunan di Depok senilai Rp1,2 miliar. Sementara untuk kendaraan, ia memiliki Toyota Voxy tahun 2018 senilai Rp330 juta dan mobil listrik BYD Seal tahun 2024 senilai Rp600 juta.

Aktif di Media Sosial

Di luar aktivitas politik dan profesionalnya, Grace dikenal cukup aktif di media sosial, terutama Instagram melalui akun @gracenat.

Akun tersebut tercatat memiliki lebih dari 472 ribu pengikut, dengan ribuan unggahan yang membagikan aktivitas, pemikiran, hingga kesehariannya bersama keluarga.

Kehadirannya di media sosial membuat Grace tetap memiliki pengaruh kuat di ruang publik, terutama di kalangan anak muda dan pendukung PSI. Tak jarang, unggahan maupun komentarnya menjadi bahan diskusi hingga perdebatan di media sosial.

Baca Juga: Mengenal Sosok dan Perjalanan Karier Meutya Hafid, dari Jurnalis Kini Duduki Kursi Menteri