Kiprah Riset dan Inovasi Keilmuan

Masih dikutip dari laman intp-fapet.ipb.ac.id, Prof. Erika dikenal sebagai akademisi dan peneliti produktif di bidang nutrisi dan teknologi pakan ternak.

Riset-risetnya mencakup pemanfaatan inokulum bakteri Azospirillum untuk meningkatkan kualitas hijauan pakan, karakterisasi mikroskopis bahan pakan sumber protein dan energi, kajian metabolisme energi pada kambing laktasi, hingga pengembangan growth promoter fitogenik untuk ayam broiler.

Ia juga menaruh perhatian besar pada pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan, seperti manure ayam, jerami padi, jerami jagung, limbah kakao, dan kelapa sawit, melalui teknologi biofermentasi sebagai pakan ternak ruminansia.

Riset-riset tersebut menegaskan komitmennya terhadap pengembangan pakan berkelanjutan berbasis sumber daya lokal dan ekonomi sirkular.

Gagasan Integrasi Perkebunan–Peternakan

Dikutip dari TribunnewsBogor, sebagian besar inovasi Prof. Erika berkaitan dengan pemanfaatan hijauan dari areal perkebunan kelapa sawit sebagai sumber pakan ternak ruminansia.

Menurutnya, pelepah daun, kulit buah, dan bungkil kelapa sawit memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pakan bernilai ekonomis tinggi. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, tetapi juga membuka peluang pasar dan mendukung pengembangan peternakan rakyat.

Gagasan tersebut disampaikannya secara komprehensif dalam Orasi Ilmiah Guru Besar pada tahun 2014, yang merupakan kompilasi hasil penelitian bertahun-tahun, baik secara mandiri maupun kolaboratif. Salah satu pokok bahasan utamanya adalah pengembangan peternakan rakyat berbasis hijauan di kawasan perkebunan sebagai model integrasi berkelanjutan.

Lebih lanjut, Prof. Erika aktif memberikan rekomendasi strategis untuk harmonisasi sektor perkebunan dan peternakan. Ia mendorong pemanfaatan lahan perkebunan sebagai basis produksi peternakan rakyat guna mewujudkan kemandirian pangan nasional, khususnya produk daging, dengan dukungan pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta.

Kepemimpinan

Prof. Erika mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Wakil Rektor IPB. Ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis, dan Kewirausahaan pada periode 2018–2023 di bawah kepemimpinan Rektor IPB Dr. Arif Satria. Pelantikannya dilakukan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) IPB pada 2 Februari 2018 di Kampus IPB Dramaga.

Sebelumnya, ia memiliki pengalaman sebagai anggota MWA IPB yang menangani aset dan fasilitas, yang membekalinya dengan pemahaman kuat dalam menerjemahkan konsep knowledge-based business.

Selain itu, Prof. Erika memiliki rekam jejak panjang bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sejak era 1990-an, termasuk sebagai pengelola dan penilai proposal hibah DIKTI, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) periode 2014–2018, serta perempuan pertama yang menjabat Ketua BSNP pada periode 2016–2017. Hingga kini, ia juga aktif sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Saat ini, Prof. Dr. Ir. Erika Budiarti Laconi, MS menjabat sebagai Kepala Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) IPB University serta Komisaris Utama PT Bogor Life Science & Technology (BLST), holding company IPB. Peran tersebut menunjukkan konsistensi passion-nya dalam mengembangkan inovasi, bisnis, dan komersialisasi hasil riset perguruan tinggi.

Dikutip dari laman resmi IPB, kesabaran, ketegasan, dan konsistensi menjadi karakter yang melekat kuat pada diri Prof. Erika. Dengan latar belakang akademik yang solid, pengalaman kepemimpinan yang luas, serta semangat kewirausahaan yang terbangun sejak dini, Prof. Erika terus berkontribusi dalam membangun ekosistem ilmu pengetahuan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Baca Juga: Mengenal Herawati Sudoyo: Perempuan Pemimpin Laboratorium DNA Forensik dan Peneliti Utama Eijkman