Dalam beberapa tahun terakhir, geliat investasi dan trading di Indonesia kian terasa. Berbagai platform digital bermunculan, membuka akses luas bagi masyarakat untuk mengelola keuangan dan mencari peluang keuntungan.
Namun, di balik antusiasme tersebut, masih banyak kesalahpahaman mendasar yang kerap terjadi, terutama anggapan bahwa trading dan investasi adalah hal yang sama.
Padahal, menurut pakar trading internasional Dato Dr. Nazri Khan atau yang lebih dikenal sebagai DDNK, menyamakan trading dengan investasi adalah kekeliruan besar. Keduanya memiliki pendekatan, tujuan, dan cara kerja yang sangat berbeda.
“Trading bergerak cepat, sarat dengan dinamika emosi dan psikologi pasar, sementara investasi menuntut kesabaran jangka panjang. Sayangnya, di banyak negara termasuk Indonesia dan Malaysia, trading masih sering dipersepsikan sebagai perjudian, meski pada kenyataannya ia merupakan sebuah bisnis yang sah, terstruktur, dan menuntut keahlian tinggi,” ungkap Dato Dr. Nazri Khan, sata ditemui Olenka, di Jakarta, baru-baru ini.
Lantas, seperti apa sebenarnya sosok Dato Dr. Nazri Khan? Berikut Olenka ulas profilnya secara lebih mendalam.
Latar Belakang
Dato Dr. Nazri Khan atau yang akrab dikenal sebagai DDNK menjelaskan bahwa latar belakangnya adalah sebagai manajer investasi berlisensi di Malaysia, dengan pendidikan formal di bidang ekonomi. Ia merupakan sosok sentral dalam dunia ekonomi, investasi, dan manajemen dana di Malaysia.
Dengan pengalaman lebih dari 26 tahun di industri keuangan, ia tidak hanya dikenal sebagai Chartered Technical Analyst dan ekonom, tetapi juga sebagai pendidik publik yang konsisten memperjuangkan investasi beretika dan berlandaskan prinsip syariah.
Dikutip dari website resminya ddnk.ai, kontribusi Dato Dr. Nazri Khan terhadap peningkatan literasi keuangan tergolong masif. Hingga hari ini, lebih dari 300.000 peserta telah mengikuti kelas, seminar, kuliah umum, dan berbagai program edukasi yang ia bawakan, baik secara langsung maupun melalui media massa.
Sejak 2016, pengaruhnya semakin luas melalui kehadiran aktif di seminar nasional dan internasional, podcast, radio, hingga forum diskusi ekonomi.
Salah satu tonggak penting kiprah publiknya adalah kehadiran dalam program “Menang Saham Bersama DDNK” di Astro Awani. Acara ini menjadi medium edukatif yang membumikan konsep investasi sejak dini, sekaligus membuka wawasan publik tentang bagaimana mengenali peluang saham global yang mampu tumbuh hingga berkali-kali lipat dalam beberapa tahun.
Jauh sebelum itu, Dato Dr. Nazri Khan telah kerap menjadi rujukan media ternama seperti Bloomberg, The Edge, CNBC, dan berbagai media regional untuk memberikan analisis kondisi ekonomi serta pasar saham Asia.
Pendidikan
Fondasi kuat Dato Dr. Nazri Khan dibangun dari latar belakang akademik yang solid. Ia meraih Bachelor of Economics and Social Studies (Honours) dari University of Manchester, Inggris, kemudian melanjutkan studi hingga memperoleh Master’s Degree dan PhD in Management dari Multimedia University (MMU).
Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan penunjukan sebagai Adjunct Professor di MMU, di mana ia juga pernah mengajar mata kuliah akuntansi, keuangan, dan manajemen, serta membimbing penelitian mahasiswa.
Ia menempuh pendidikan sarjana, magister, hingga doktoral di Multimedia University. Perjalanan tradingnya dimulai sejak masa kuliah, namun pengalaman awal tersebut justru diwarnai dengan kerugian besar. Saat itu ia menyadari bahwa metode yang digunakan masih mengandalkan indikator lama serta pendidikan trading yang tidak efisien.

Jejak Karier
Di ranah profesional, Dato Dr. Nazri Khan saat ini merupakan Fund Manager berlisensi (eCMSRL/B9561/2019) di Inter-Pacific Asset Management Sdn. Bhd sejak Oktober 2020. Ia bertanggung jawab mengelola dana ritel dan korporasi di pasar saham lokal maupun global, termasuk produk-produk yang mematuhi prinsip syariah.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Senior Vice President di Phillip Capital Management Sdn. Bhd., memimpin pengelolaan portofolio investasi serta menyusun laporan strategis terkait efektivitas investasi klien.
Jejak kariernya juga mencakup peran strategis sebagai CEO Inter-Pacific Asset Management Sdn. Bhd., Head of Retail Equity Research dan Senior Financial Analyst di Affin Hwang Investment Bank Berhad, hingga Senior Analyst di MIMB Investment Bank Berhad.
Dalam peran-peran tersebut, DDNK dikenal tajam dalam menganalisis laporan keuangan, arus kas, dan risiko investasi, serta piawai merumuskan strategi pasar bagi klien bernilai tinggi dan korporasi besar. Ia juga rutin tampil memberikan ulasan pasar saham di televisi dan media cetak arus utama.
Penghargaan
Secara profesional, Dato Dr. Nazri Khan tercatat mengantongi sertifikasi internasional bergengsi, antara lain Certified Financial Technician (CFTe) dari International Federation of Technical Analysts (Amerika Serikat) dan Chartered Technical Analyst (MSTA) dari Society of Technical Analysts (Inggris).
Ia juga menyelesaikan berbagai modul strategis dari Securities Industry Development Corporation (SIDC) yang mencakup manajemen dana, aset, investasi, serta layanan penasihat keuangan.
Pengakuan atas kontribusinya datang dari berbagai penjuru. Dato Dr. Nazri Khan pun pernah dinobatkan sebagai “Most Influential Fund Manager in the Muslim World” oleh OIC Today Magazine pada 2021, menerima ASEAN Outstanding Entrepreneur Lifetime Achievement Award 2023, serta menyandang gelar Dato’ melalui anugerah Darjah Indera Mahkota Pahang (D.I.M.P).
Pada 2024, ia juga dianugerahi Lifetime Honorary Fellow oleh Malaysian Association of Technical Analysis (MATA), asosiasi yang ia dirikan, pimpin, dan dukung sebagai anggota seumur hidup.
Selain itu, ia tercatat sebagai penerima Malaysia Outstanding National Entrepreneur Awards 2018 untuk kategori Jasa Keuangan, CEO Pengurusan Aset Baharu Terbaik 2020, serta Bursa Marketplace Top Opinion Leader selama tiga tahun berturut-turut. Kiprahnya juga diakui di panggung global melalui undangan sebagai pembicara di konferensi International Federation of Technical Analysts (IFTA) di Tokyo, Milan, dan Kuala Lumpur.
Setelah puluhan tahun menyempurnakan metodenya, pencapaian tertinggi Dato Dr. Nazri Khan terjadi pada 2024. Ia berhasil meraih juara pertama World Cup Trading Championship (WCTC) di New York, kompetisi trading paling bergengsi di dunia. Lebih dari itu, ia mencatat kemenangan berulang dan menjadi orang Asia pertama yang menempati posisi tersebut.
“Saya tidak mengalahkan trader lain. Saya mengalahkan sistem yang selama ini tidak berpihak pada trader kecil,” katanya.
Baca Juga: Mengenal Sosok Winston Utomo, Founder dan CEO IDN dengan Prestasi Mentereng
Perjalanan Dato Dr. Nazri Khan di Dunia Trading
Perjalanan Dato Dr. Nazri Khan di dunia trading tidak dimulai dengan kemenangan. Ia mengaku pernah merasakan kerugian besar yang membuat banyak orang memilih mundur.
Namun, dari titik terendah itulah ia pun menemukan satu hal penting, yaknitrading jika dipahami dengan benar, bukan sekadar spekulasi, melainkan keterampilan yang mampu menghadirkan kebebasan finansial.
“Trading bukan soal pintar membaca laporan keuangan. Ini soal memahami emosi manusia dan siapa yang sebenarnya menggerakkan pasar,” ujar Dato Dr. Nazri Khan.
Bagi Dato Dr. Nazri Khan, trading adalah peluang yang demokratis. Menurutnya, siapa pun bisa memulai, termasuk ibu rumah tangga, tanpa kantor, tanpa jam kerja kaku, dan dengan modal relatif kecil. Terlebih, kata dia, di era pasar 24 jam seperti kripto, kesempatan terbuka lebar bagi mereka yang memiliki teknik teruji.
Membongkar Era Manipulasi Pasar
Dato Dr. Nazri Khan menilai bahwa pasar global saat ini berada dalam fase manipulasi yang semakin kompleks. Institusi besar dan bank memiliki akses ke sistem eksklusif bernama dark pool, tempat transaksi raksasa dilakukan tanpa transparansi waktu nyata. Akibatnya, trader ritel kerap ‘tersapu’ tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi.
“Selama ini ritel selalu masuk terlambat, karena transaksi besar sudah terjadi jauh sebelum harga bergerak. Dark pool inilah akar ketidakadilan di pasar,” tegasnya.
Namun, lanjut dia, kemajuan kecerdasan buatan (AI) mengubah permainan. Dengan bantuan perangkat lunak berbasis AI, aktivitas dark pool kini dapat dilacak secara tidak langsung melalui jejak transaksi. Dari sinilah DDNK mengembangkan pendekatan footprint chart atau grafik yang menampilkan detail transaksi di dalam satu candle secara mendalam.

“Footprint chart itu seperti X-ray market. Kita bisa melihat siapa beli, siapa jual, di level harga mana, dan dengan volume berapa. Ini sangat sulit dimanipulasi,” jelasnya.
Berbeda dengan candlestick biasa, kata dia, metode ini menampilkan ratusan level harga dan volume secara akurat. AI membantu menyaring jutaan data transaksi untuk mengidentifikasi pergerakan smart money, perilaku dumb money, hingga pola manipulasi yang sering muncul sebelum pasar bergerak besar.
Karakter Ideal Seorang Trader
Lebih jauh, ketertarikan Dato Dr. Nazri Khan untuk aktif memberikan edukasi tentang trading di Indonesia bukan tanpa alasan. Ia melihat kedekatan budaya Nusantara sebagai fondasi kuat bagi lahirnya trader profesional.
“Kesederhanaan, kesabaran, dan kerendahan hati, itu justru karakter terbaik untuk trader. Orang Nusantara punya modal mental yang sangat kuat,” ujarnya.
Ia pun berharap, Indonesia dan Malaysia mampu membangun standar sendiri dan melahirkan ekosistem keuangan yang setara dengan Wall Street. Menurutnya, jika semakin banyak trader Nusantara meraih keuntungan dari pasar global, maka dampak ekonominya akan berlipat ketika dana tersebut kembali ke dalam negeri.
Kemudian, menurut Dato Dr. Nazri Khan, kegagalan trader hampir selalu bermuara pada satu hal, yakni disiplin.
“Banyak trader tidak tahu kapan masuk, kapan keluar, dan kapan harus berhenti. Padahal, sebagian besar waktu dalam trading itu adalah menunggu,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal ini, ia menekankan pentingnya aturan ketat, checklist, ukuran transaksi kecil, serta dukungan komunitas. AI bahkan dapat digunakan untuk mendeteksi overtrading dan mengunci aktivitas ketika emosi mengambil alih.
Dalam pendekatan pendidikannya, Dato Dr. Nazri Khan menolak konsep ‘langsung pakai uang asli’. Ia menegaskan bahwa edukasi trading yang sehat harus berbasis praktik melalui simulator dan akun demo.
“Trader itu seperti pilot. Tidak mungkin menerbangkan pesawat sungguhan tanpa lulus simulasi. Konsistensi harus dibuktikan dulu, baru pakai dana nyata,” katanya.
Ia pun menyoroti sisi spiritual sebagai penyeimbang tekanan psikologis. Kesadaran bahwa rezeki adalah titipan Tuhan, sikap sabar saat rugi, dan rasa syukur saat untung diyakini mampu menjaga stabilitas emosi.
Terkait dengan harapannya ke depan, Dato Dr. Nazri Khan mengaku ingin trading tidak lagi dipandang sebagai perjudian, melainkan keterampilan finansial yang bisa diajarkan secara sistematis sejak usia dini.
“Kalau ada regulasi yang jelas, edukasi yang benar, dan figur teladan, trading bisa menjadi jalan yang adil bagi siapa saja untuk meraih kebebasan finansial,” tutup Dato Dr. Nazri Khan.
Nah, Growthmates, bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut seputar trading dan kabar terbaru dari DDNK, silakan mengikuti akun media sosial resminya di Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube dengan nama Dato Dr Nazri Khan, serta mengunjungi situs resmi ddnk.ai.
Baca Juga: Profil Antonius Widodo Mulyono, Sang Direktur BCA