Jabatan Strategis Lintas Sektor
Di luar kiprahnya di Pan Brothers, Anne Patricia Sutanto membangun rekam jejak kepemimpinan yang luas dan konsisten lintas sektor sejak akhir 1990-an.
Karier strategisnya dimulai sebagai Director di PT Multiyasa Abadi Sentosa (1998–2004), lalu berlanjut memimpin PT Plymilindo Perdana sebagai President Director selama hampir dua dekade sebelum menjabat Commissioner hingga kini.
Sejak 2004, ia juga dipercaya sebagai Commissioner PT Homeware International Indonesia, memperluas perannya di industri berbasis manufaktur dan produk rumah tangga.
Kepemimpinannya semakin menguat ketika menjabat President Director PT Indo Veneer Utama (2006–2020), Director PT Nine Square Indonesia (sejak 2008), serta President Director PT Pancaprima Eka Brothers (sejak 2010).
Di sektor agribisnis dan bioteknologi, ia memegang peran kunci di PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk, bertransformasi dari President Commissioner menjadi President Director, lalu kembali sebagai President Commissioner, serta menjabat President Commissioner di PT Andira Agro dan PT Metaepsi. Keterlibatannya juga mencakup industri kakao sebagai Commissioner PT Golden Harvest Cocoa Indonesia, serta ekspansi internasional melalui perannya sebagai Director PB International B.V.
Dinamika kepemimpinannya terlihat jelas di PT Ocean Asia Industry dan PT Cipta Wastu Salira, di mana ia beberapa kali beralih antara posisi President Director dan Commissioner.
Aktif di Organisasi
Dikutip dari laman Andira Agro, Anne Patricia Sutanto juga mengambil peran strategis di berbagai organisasi nasional dan global. Ia merupakan pendiri Indonesian Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), sebuah inisiatif yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif dan setara bagi perempuan.
Kiprahnya turut mewarnai sejumlah organisasi penting seperti Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPINDO), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), hingga International Apparel Federation (IAF).
Ia juga terlibat dalam forum B20, yang mempertemukan para pemimpin bisnis dunia untuk merumuskan rekomendasi kebijakan bagi negara-negara G20.
Tak hanya itu, dikutip dari IDN Times, di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, ia tetap aktif dalam kegiatan sosial, termasuk keterlibatannya dalam inisiatif yang terhubung dengan Bill & Melinda Gates Foundation.
Penghargaan
Dikutip dari laman Andira Agro, dedikasi dan kepemimpinan Anne pun mendapat pengakuan internasional. Namanya pernah masuk dalam daftar The Most Powerful Women in Asia versi Forbes pada 2015, menjadi finalis EY Entrepreneur of the Year di tahun yang sama, serta meraih berbagai penghargaan bergengsi seperti Indonesia Best Future Business Leader (2016), Indonesia Business Woman of the Year (2020), dan Women Business Leader of the Year (2022).
Rangkaian apresiasi tersebut semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pemimpin perempuan paling berpengaruh di sektor manufaktur Asia, dengan visi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada dampak sosial yang berkelanjutan.
Pesan untuk Perempuan
Dikutip dari Dewi Magazine, Anne menanamkan nilai inklusivitas dan kepercayaan diri bagi perempuan di lingkungan kerja. Ia percaya bahwa perempuan memiliki kekuatan pada detail, empati, dan visi jangka panjang.
“Tantangannya memang tidak kecil, mulai dari standar kualitas hingga persaingan global. Tapi justru di situ saya melihat kekuatan perempuan: detail, empatik, dan visioner,” ujarnya.
Ia mendorong perempuan untuk tidak hanya berada di level operasional, tetapi juga dalam pengambilan keputusan strategis.