Di tengah tantangan gejolak makroekonomi, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menunjukkan kinerja keuangan yang stabil pada awal tahun 2026. Hal itu tercermin dari pertumbuhan penjualan bersih konsolidasi sebesar 8% dari Rp20,19 triliun pada Q1 2025 menjadi Rp21,72 triliun pada Q1 2026.
Pada kuartal pertama tahun 2026, Indofood CBP mampu mempertahankan margin laba usaha tetap sehat di level 21,3%. Dengan capaian tersebut, Anthoni Salim selaku Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP menilai bahwa Indofood CBP mampu mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang baik.
"Kami mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang baik. ICBP terus memberikan penjualan yang meningkat dan mempertahankan margin profitabilitas yang sehat," ungkap Anthoni Salim dalam keterangan yang diterima Olenka pada Jumat (1/5/2026).
Dalam kesempatan yang sama, ia juga memaparkan bahwa selisih nilai tukar mata uang asing dari kegiatan operasi mengikis laba usaha sekitar 10% dari Rp5,15 triliun pada Q1 2025 menjadi Rp4,62 triliun pada Q1 2026. Alhasil, laba bersih alias laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ikut menurun 3% dari Rp2,66 triliun menjadi Rp2,57 triliun.
"Dengan tetap waspada terhadap waspada terhadap potensi gejolak makroekonomi dan berbagai faktor risiko eksternal, kami akan terus fokus dan beradaptasi dengan cepat untuk menangkap berbagai peluang pertumbuhan, memperkuat daya saing, serta mempertahankan posisi keuangan yang sehat," tegas Anthoni Salim.