Permata Bank kembali menyelenggarakan acara unggulan tahunannya, Wealth Wisdom, dengan tema "Finding Balance, Building Resilience" dengan semangat "Growing Together Through Changes".
Memasuki tahun ke-12, Wealth Wisdom membawa beragam perspektif mengenai kekayaan, untuk semakin dekat kepada nasabah Private dan Priority di tujuh kota besar di Indonesia, yang diselenggarakan pada tanggal 21 Agustus - 22 Oktober 2026.
Dimulai dari kota Semarang, kemudian Makassar, Bali, Medan, Bandung, Surabaya hingga Jakarta, dimana di setiap kota akan menghadirkan perspektif yang berbeda – membangun ketangguhan finansial, mengembangkan bisnis dan kekayaan, menjaga keseimbangan hidup, hingga mempersiapkan generasi berikutnya.
Baca Juga: Permata Bank Ajak Masyarakat Memaknai Kekayaan dalam Wealth Wisdom 2026
Beragam perspektif tersebut berangkat dari satu pemikiran, bahwa kekayaan yang bermakna bukan hanya tentang apa yang dimiliki hari ini, tetapi bagaimana menjaga dan mengelola dengan bijak agar terus bertumbuh, serta memastikan kekayaan tersebut dapat memberikan nilai bagi generasi saat ini, lingkungan, hingga generasi berikutnya.
Bagi Permata Bank, pengelolaan finansial setiap nasabah terus berkembang seiring perjalanan hidupnya. Pengelolaan finansial personal dapat berkembang menjadi pengelolaan finansial keluarga, dan terus bertumbuh bersama perkembangan bisnis atau sumber kekayaannya, hingga pada waktunya akan menjadi bagian dari legacy yang diteruskan ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, Wealth Wisdom hadir sebagai platform literasi keuangan yang berkelanjutan bagi nasabah dan masyarakat Indonesia untuk membangun kekayaan secara holistik, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga melalui hubungan keluarga, kontribusi sosial dan pengembangan diri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29% (year-on-year). Di sisi lain, inflasi tahunan turut mengalami kenaikan menjadi 2,88% pada Juli 2026, dibanding 2,37% pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, harga berbagai komoditas mengalami fluktuasi nilai seiring dengan pergeseran preferensi investor dan masyarakat dalam memilih instrumen investasi yang dianggap aman. Kondisi ini juga menegaskan bahwa di balik fundamental ekonomi yang tetap solid, pengelolaan kekayaan yang cermat dan adaptif menjadi semakin krusial bagi individu maupun keluarga dalam menjaga nilai aset jangka panjang.
Eddie Sajoga, Direktur Consumer dan Branch Banking Permata Bank, mengatakan bahwa kekayaan bukan hanya tentang seberapa besar aset bertambah, tetapi bagaimana kekayaan tersebut dapat memberikan manfaat. Oleh karena itu, Permata Bank melihat kebutuhan nasabah secara utuh melalui pengelolaan keuangan yang komprehensif dari berbagai perspektif, mulai dari individu, keluarga hingga bisnis, dan multi-generasi.
"Melalui Wealth Wisdom, kami ingin terus tumbuh bersama nasabah – mendampingi nasabah di setiap perjalanan mereka, dengan memberikan layanan finansial yang relevan sesuai kebutuhan nasabah di setiap episode perjalanan hidup. Kami juga ingin membuka wawasan yang lebih luas agar nasabah dapat mengambil keputusan finansial dengan lebih percaya diri dan membangun ketangguhan di setiap gejolak dinamika perekonomian global. Inilah makna Growing Together yang ingin terus kami bangun bersama nasabah," imbuh Eddie.
Memaknai Kekayaan Secara Holistik
Wealth Wisdom 2026 lebih dari sekadar berbicara mengenai investasi. Pendekatannya mencakup strategi pengelolaan kekayaan, perencanaan warisan, hingga keseimbangan antara kesehatan dan kesejahteraan finansial melalui enam pilar utama: Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments.
Melalui rangkaian Wealth Wisdom di tujuh kota besar, nasabah akan mendapatkan berbagai perspektif pengelolaan kekayaan secara holistik mengenai perencanaan warisan, kesehatan, hubungan keluarga, serta tujuan hidup hingga bagaimana kekayaan dapat memberikan dampak lebih luas. Sejumlah pakar ekonomi, investasi, kesehatan, pemimpin bisnis nasional dan figur publik akan berbagi insight untuk membantu nasabah dalam merancang strategi kekayaan yang seimbang dan menyeluruh.
Salah satu narasumber yang akan kembali hadir dalam rangkaian Wealth Wisdom tahun ini adalah Lo Kheng Hong, investor saham kawakan yang dikenal luas dengan pendekatan value investing. Ia mengatakan bahwa investasi yang baik selalu dimulai dari pemahaman, bukan sekadar ikut arus. Sebelum menempatkan uang di mana pun, penting untuk benar-benar mengenal apa yang kita investasikan, bukan hanya tergiur oleh potensi keuntungan sesaat.
"Justru di sinilah letak ketangguhan seorang investor, yakni tetap tenang dan sabar di tengah perubahan pasar, karena nilai yang baik butuh waktu untuk benar-benar terlihat. Saya berharap, melalui Wealth Wisdom, semakin banyak orang yang berinvestasi dengan pemahaman yang matang dan analisa yang seimbang, bukan sekadar mengikuti tren," tegasnya.