Lebih lanjut, Prof. Zubairi menekankan bahwa ponsel pada dasarnya memiliki banyak manfaat, mulai dari memperoleh informasi hingga menjaga komunikasi dan silaturahmi. Namun, manfaat tersebut tetap perlu diimbangi dengan kesadaran untuk tidak terlalu lama berada dalam posisi duduk.

“Jadi HP itu banyak manfaatnya, banyak informasi di sini, bagus untuk komunikasi, bagus untuk silaturohim. Tetapi ada juga efek sampingnya,” tukas Prof. Zubairi.

Menurutnya, terlalu lama duduk dan kurang bergerak bukan hanya berkaitan dengan keluhan seperti kesemutan. Kebiasaan sedentari juga telah dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular.

“Efek samping yang pertama, untuk beberapa orang tadi semutan, untuk orang yang lain, duduk lama ternyata memudahkan kita muncul stroke ataupun jantung,” katanya.

Karena itu, Prof. Zubairi mendorong masyarakat untuk tidak menjadikan aktivitas menggunakan ponsel sebagai alasan untuk terus duduk dalam waktu lama. Ia mengajak masyarakat membiasakan diri untuk tetap aktif bergerak di sela-sela aktivitas sehari-hari.

“Yang karena itu saran sekarang adalah keep moving,” tegasnya.

Selain mengurangi waktu duduk, aktivitas olahraga secara rutin juga penting. Prof. Zubairi menyarankan masyarakat memenuhi sekitar 150 menit aktivitas fisik dalam satu minggu.

“Olahraga itu penting banget. Usahakan minimal 150 menit per minggu, jadi enggak terlalu lama. Kira-kira hanya setengah jam sehari,” ujarnya.

Menurut dia, meluangkan waktu sekitar setengah jam setiap hari untuk berolahraga relatif kecil dibandingkan dengan total waktu yang tersedia dalam sehari, tetapi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik.

“Dan sehari kita kan punya 24 jam. Jadi dikurangi setengah jam itu manfaatnya banyak banget untuk olahraga terhadap kesehatan fisik dan tidak terlalu merugikan karena hanya setengah jam dari total sehari 24 jam,” pungkas Prof. Zubairi.

Baca Juga: Kapan Demam Perlu Minum Paracetamol? Begini Penjelasan Dokter Ahli