L'Oréal terus mengembangkan inovasi berbasis sains untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia, terutama dalam mengatasi hiperpigmentasi dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Head of Research & Innovation L'Oréal Indonesia, Akash Tiwari, mengatakan penelitian menjadi fondasi utama perusahaan dalam mengembangkan berbagai produk kecantikan.

Baca Juga: L'Oréal Luncurkan Lima Produk Eksklusif di Shopee saat House of Beauty Hyper Brand Day

"Bagi kami, sains adalah fondasi yang memungkinkan perusahaan terus menghadirkan berbagai solusi kecantikan yang efektif, aman, dan relevan bagi konsumen lintas generasi," jelasnya dalam acara L’Oréal Groupe dan Shopee Hadirkan ‘House of Beauty’ Hyper Brand Day pada Kamis (25/06/2026). 

Menurut Akash, sekitar 73% konsumen Indonesia mengaku khawatir terhadap masalah pigmentasi kulit, mulai dari bekas jerawat, flek hitam, hingga melasma.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, L'Oréal mengembangkan Melasyl™, molekul yang dirancang untuk membantu mengelola pigmentasi berlebih tanpa mengganggu fungsi alami melanin pada kulit.

Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan Mexoryl 400, teknologi filter UV yang dikembangkan untuk membantu melindungi kulit dari paparan ultra-long UVA yang berkontribusi terhadap pigmentasi dan penuaan dini.

Akash menjelaskan kedua inovasi tersebut merupakan hasil penelitian jangka panjang yang dilakukan L'Oréal bersama lebih dari 4.000 peneliti di seluruh dunia.

Menurutnya, inovasi berbasis sains akan terus menjadi fokus perusahaan dalam menghadirkan produk yang aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.