HMNS menjadi salah satu brand parfum lokal yang berhasil membangun basis konsumen loyal di tengah ketatnya persaingan industri wewangian. Keberhasilan ini tak lepas dari karakter aroma yang khas, kualitas bahan yang terjaga, serta kemampuannya bersaing dengan parfum impor dari sisi mutu maupun harga.
Mengusung konsep wewangian berbasis rempah, HMNS tidak sekadar menawarkan parfum sebagai produk, tetapi menghadirkan pengalaman personal bagi penggunanya. Konsistensi dalam menjaga kualitas serta keberanian berinovasi menjadikan HMNS sebagai salah satu merek parfum lokal yang diperhitungkan.
Baca Juga: Riset: Parfum Pria Jadi Spotlight Utama Lonjakan Kategori Parfum di e-Commerce 2025
Semua bermula dari gagasan sederhana namun bernilai besar: menghadirkan parfum berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau. Parfum dipandang sebagai elemen penting dalam menunjang rasa percaya diri, sehingga menjadi kebutuhan banyak orang dalam aktivitas sehari-hari.
Menjawab kebutuhan tersebut, HMNS hadir dan perlahan mendapatkan tempat di hati konsumen. Setiap varian yang diluncurkan memiliki karakter aroma yang mudah diterima pasar, dengan ketahanan wangi yang mampu bertahan seharian, bahkan dalam kondisi cuaca panas. Faktor inilah yang membuat HMNS kerap mendapat ulasan positif dari penggunanya.
Sosok di Balik HMNS
Baca Juga: 15 Brand Parfum Lokal untuk Berbagai Kalangan, Kamu Wajib Coba!
Di balik popularitas HMNS, terdapat sosok pendirinya, Rizky Arief Dwi Prakoso, yang memiliki perjalanan karier inspiratif. Sebelum dikenal sebagai pendiri dan CEO HMNS, Rizky merupakan lulusan Sarjana Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2016.
Menariknya, perjalanan karier Rizky justru tidak sejalan dengan latar belakang pendidikannya. Alih-alih berkarier di bidang teknik, ia memilih menapaki dunia kreatif dan bisnis. Setelah lulus, Rizky mengikuti program magang di PT Brodo Ganesha Indonesia sebagai copywriter.
Selama dua bulan magang, ia kemudian dipercaya menempati posisi Creative Copywriter, peran yang membuka pemahamannya terhadap industri kreatif serta strategi pemasaran dan pengelolaan bisnis.
Baca Juga: Intip 15 Publik Figur Indonesia yang Merambah ke Bisnis Parfum Lokal
Pada Januari 2017, Rizky kembali mengembangkan kariernya dengan mengikuti program Management Trainee (MT) dan Content Marketing di Brodo. Keputusan ini bukan perkara mudah, mengingat pada waktu yang sama ia juga menerima tawaran bekerja di PT Freeport Indonesia.
Persimpangan karier tersebut menjadi momen krusial. Rizky bahkan berkonsultasi dengan sekitar 30 orang terdekatnya. Dari puluhan masukan yang ia terima, hanya dua orang yang secara penuh mendukungnya untuk melanjutkan perjalanan di Brodo, yakni Amron Naibaho dan Karina Innandindya.
Rizky akhirnya memilih bertahan. Delapan bulan kemudian, pada 2017, ia dipercaya menjabat sebagai CEO NAH Project, unit bisnis di bawah ekosistem Brodo. Setelah memimpin selama satu tahun, Rizky memutuskan mengundurkan diri—sebuah langkah besar yang ia ambil untuk mewujudkan mimpinya membangun usaha sendiri.
Baca Juga: Intip 15 Publik Figur Indonesia yang Merambah ke Bisnis Parfum Lokal
Perjalanan Mendirikan HMNS
Ide HMNS lahir dari pengalaman personal Rizky saat berkeliling Jakarta mencari parfum. Ia menemukan parfum impor dengan aroma yang sesuai seleranya, namun harga per botolnya mencapai jutaan rupiah. Dari situ, Rizky melihat paradoks bahwa parfum adalah kebutuhan banyak orang, tetapi harganya kerap tidak terjangkau.
Rizky menyadari bahwa mahalnya produk impor sebagian besar disebabkan oleh rantai suplai yang panjang dan biaya distribusi yang tinggi. Dari sinilah ia melihat peluang untuk menghadirkan parfum lokal dengan kualitas setara, namun dengan harga yang lebih rasional. Setelah melalui proses riset dan pengembangan yang cukup panjang, HMNS resmi diluncurkan.
Baca Juga: Rekomendasi 10 Parfum Lokal dengan Aroma Manis dan Tahan Lama
Namun, perjalanan membangun HMNS tidak berjalan mulus. Tak lama setelah berdiri, pandemi Covid-19 melanda dan berdampak signifikan terhadap pemasaran. Pada bulan-bulan awal, performa bisnis HMNS sempat menurun.
Perlahan tapi pasti, HMNS mulai bangkit. Respons positif dari konsumen, disertai ulasan baik di media sosial, membuat brand ini semakin dikenal. Popularitas HMNS melonjak setelah menjadi perbincangan viral di Twitter, yang kini dikenal sebagai platform X.
Baca Juga: Oriflame Luncurkan Dua Parfum Giordani Gold, Rayakan Keanggunan dan Maskulinitas Modern
Seiring pertumbuhan brand, HMNS tidak hanya menghadirkan berbagai varian parfum, tetapi juga memperluas lini produknya. Beberapa produk tambahan yang diluncurkan antara lain luxury body wash, body serum, body lotion, parfum rambut, hingga aromaterapi.
Menariknya, hampir seluruh produk HMNS tercatat terjual lebih dari 10 ribu unit, menunjukkan penerimaan pasar yang kuat. Melalui konsistensi inovasi dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konsumen, HMNS membuktikan bahwa brand lokal mampu tumbuh berkelanjutan dan bersaing di industri yang kompetitif.
Kisah HMNS menjadi bukti bahwa keberanian membaca peluang, konsistensi kualitas, dan kedekatan dengan konsumen dapat membawa brand lokal melangkah jauh—dari ide sederhana hingga menjadi nama yang diperhitungkan di industri parfum Indonesia.