Pengalaman pribadi Nucha sebagai pejuang garis dua juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kesabaran tersebut.

Baginya, perjalanan panjang menuju kehadiran seorang anak merupakan fase pendewasaan yang mendalam.

“Pada saat aku proses untuk punya anak, aku juga dulu pejuang garis dua, dan menurutku itu adalah proses pendewasaan, proses kesabaranku yang bertambah,” kata Nucha.

Nucha menilai bahwa fase tersebut secara tidak langsung mempersiapkan dirinya menghadapi realitas menjadi seorang ibu. Ketika sang anak hadir, kata dia, kesabaran bukan lagi sekadar nilai tambahan, melainkan kebutuhan utama.

“Begitu aku sudah punya anak, aku sudah dipersiapkan kesabaran itu. Karena ternyata begitu punya anak, kesabaran itu jadi hal nomor satu yang perlu dimiliki oleh seorang ibu,” jelasnya.

Namun, Nucha menegaskan bahwa kesabaran bukanlah beban. Sebaliknya, ia merupakan karakter yang tumbuh secara natural dan menjadi fondasi dalam proses membesarkan anak dengan penuh kasih.

“Bukan karena itu menjadi beban, tapi secara natural, itu sifat dan karakter yang memang diperlukan untuk me-nurture seorang anak,” tutup Nucha.

Baca Juga: Wardah Gandeng Parentalk Dorong Perlindungan dan Kesejahteraan Ibu di Era Digital