Pentingnya kehadiran orang tua dalam momen-momen sederhana juga disoroti psikolog Saskhya Aulia Prima. Menurutnya, quality time bukan semata-mata soal durasi, melainkan bagaimana orang tua benar-benar hadir dan terhubung dengan anak.
“Quality time tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang. Yang penting bagaimana kita hadir dan berinteraksi satu sama lain,” ujar Saskhya.
Ia menjelaskan, orang tua memiliki banyak peran dalam kehidupan sehari-hari. Terutama ibu, yang dalam banyak keluarga dapat menjalankan berbagai tanggung jawab sekaligus, mulai dari mengurus rumah, mendampingi anak, bekerja, hingga menjadi tempat anggota keluarga mencari bantuan.
“Kita sudah berlapis-lapis, mungkin ibu-ibu ada yang jadi customer service, kita nungguin semua keluarga kita tanyain apa, terus kayak mungkin kita chef-nya juga dan yang lain sebagainya,” katanya.
Karena itu, menjaga kebahagiaan dan energi orang tua juga menjadi bagian dari upaya menciptakan hubungan keluarga yang sehat. Menurut Saskhya, quality time tidak semestinya dipahami sebagai tuntutan agar orang tua selalu membuat anak merasa senang. Orang tua juga membutuhkan ruang untuk beristirahat dan mengisi kembali energi agar dapat hadir secara lebih optimal.
Kebersamaan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas sederhana di rumah, seperti makan bersama, berbincang, mendengarkan cerita anak, atau bermain. Tidak perlu selalu berupa liburan maupun kegiatan besar yang membutuhkan persiapan khusus.
Saskhya juga mengingatkan bahwa orang tua tidak harus selalu berada dalam kondisi emosi yang sempurna ketika bersama anak. Rasa lelah, kesal, maupun kewalahan merupakan bagian dari keseharian. Yang menjadi penting adalah bagaimana orang tua menyikapi emosi tersebut dan memperbaiki hubungan setelahnya.
“Sebetulnya yang lebih penting adalah apa yang dilakukan saat dan setelah marah,” ujarnya.
Saskhya mengatakan, kesempatan untuk menyadari emosi, meminta maaf, dan memperbaiki hubungan dengan anak menjadi bagian dari proses membangun kedekatan dalam keluarga. Dengan demikian, quality time bukan tentang menciptakan keluarga yang selalu terlihat bahagia, melainkan menyediakan ruang bagi setiap anggota keluarga untuk saling hadir, berkomunikasi, dan merasa terhubung.
Pesan tersebut kemudian diterjemahkan Lemonilo melalui berbagai aktivitas dalam Family Happy Day 2026. Sekitar 300 peserta mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan Family Fun Walk dari Taman Mini Information Center (TIC) menuju Menara Saujana. Sekitar 200 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan yang membawa semangat happy & healthy movement sekaligus memperkenalkan kampanye Cheeseverse dari Lemonilo Brownies Crispy.
Anak-anak juga dapat mengikuti aktivitas Brocris Decoration, yakni menghias Lemonilo Brownies Crispy menggunakan edible flower dan edible gold, sekaligus menuliskan afirmasi positif untuk keluarga. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pertunjukan air mancur menari “Tirta Cerita” di kawasan TMII.
Selain kegiatan on-ground, Lemonilo juga menggelar program giveaway tiket Family Happy Day melalui Instagram @lemonilo. Program tersebut mendapat lebih dari 100 partisipasi dari warganet yang membagikan cerita quality time bersama keluarga. Sebanyak 10 pemenang kemudian dipilih untuk mengikuti rangkaian Family Happy Day 2026 bersama Nikita Willy dan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Shinta juga mengumumkan bahwa Lemonilo telah meraih sertifikasi B Corp yang menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap penerapan standar sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Libur Sekolah Tak Harus Pergi Jauh, Promo Menarik Ini Bantu Ciptakan Quality Time Keluarga