PT Bank Perekonomian Rakyat Tata Asia (Bank Tata Asia) mencatatkan total aset sebesar Rp1.000,67 miliar (Rp1,00 triliun) hingga 31 Agustus 2026, meningkat sekitar 40,5% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp712,43 miliar. Selain itu, Bank Tata Asia mencatatkan laba bersih Rp20,79 miliar hingga Agustus 2026. Angka tersebut telah melampaui laba bersih sepanjang 2025 yang sebesar Rp14,51 miliar.

Di sisi lain, Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 1,20% dan NPL net 0,73% per Agustus 2026. Kredit yang diberikan tercatat sebesar Rp798,34 miliar, sementara dana dikelola mencapai Rp871,71 miliar.

Baca Juga: Astra Agro Kantongi Laba Bersih Rp1,10 Triliun Sepanjang Semester I 2026

Direktur Bisnis Bank Tata Asia, Yana Mulyana Muksid, mengatakan, “Total aset Rp1 triliun adalah sebuah pencapaian yang lahir dari kepercayaan. Karena di balik setiapangka ada kepercayaan yang diberikan, harapan yang dipercayakan, serta berbagai langkah dan mimpi yang tumbuh bersama.”

Menurut dia, pertumbuhan bisnis Bank Tata Asia tidak diarahkan semata-mata untuk memperbesar skala usaha. Perseroan juga menempatkan kualitas aset, kecukupan modal, likuiditas, dan tata kelola sebagai bagian penting dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan. “Bagi kami, pertumbuhan harus berjalan dengan kualitas. Karena itu, pencapaian aset dan laba perlu diiringi dengan kemampuan menjaga kualitas kredit, permodalan, likuiditas, dan efisiensi operasional," tegasnya, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Sementara itu, sejumlah indikator keuangan per Agustus 2026 menunjukkan profitabilitas yang menguat dan kualitas kredit yang terjaga. Selain NPL gross 1,20% dan NPL net 0,73%, Return on Assets (ROA) tercatat 4,64%, sedangkan Net Interest Margin (NIM) mencapai 13,64%. Selanjutnya, Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) tercatat sebesar 22,49%; Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 91,39%; sedangkan Cash Ratio berada di level 16,32%.

Bank Tata Asia juga mencatat BOPO sebesar 83,82% per Agustus 2026. Di sisi neraca, total ekuitas perseroan mencapai Rp114,61 miliar, sementara total liabilitas tercatat sebesar Rp886,06 miliar.