Christopher melanjutkan, kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perspektif desain yang khas kepada audiens lebih luas sekaligus menghadirkan pengalaman mode yang inspiratif bagi para pencinta fashion.

Bagi METRO, keikutsertaan keempat kalinya di JFW sejak 2023 juga melanjutkan komitmen untuk membuka ruang bagi desainer dan merek mode Indonesia melalui berbagai kolaborasi. Sementara bagi The Story Of, kemitraan ini menjadi langkah untuk memperkenalkan karakter desainnya kepada pasar yang lebih luas melalui sinergi dengan ekosistem ritel.

Creative Director sekaligus CEO The Story Of, Kukuh Zuttion, menyebut kolaborasi ini sebagai kesempatan untuk membawa karya mereka ke konteks yang berbeda, sekaligus mempertemukan pendekatan desain dengan perspektif ritel mode.

“Kolaborasi bersama METRO di Jakarta Fashion Week menjadi langkah baru bagi The Story Of untuk membawa karya kami ke konteks yang berbeda. Kami melihat kesempatan ini sebagai ruang untuk mempertemukan pendekatan desain kami dengan perspektif ritel mode, sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk mengenal karakter The Story Of,” kata Kukuh.

Melalui ROMANTICIST, ia ingin menghadirkan pandangan bahwa cara berpakaian merupakan bagian dari perjalanan seseorang dalam memahami dan mengekspresikan dirinya.

“Kami ingin merayakan seni berpakaian sebagai sesuatu yang personal, yang tumbuh dari karakter, pengalaman, dan cara setiap individu mengekspresikan dirinya. Kami berharap kolaborasi ini menjadi awal dari hubungan kreatif yang terus berkembang,” lanjutnya.

Koleksi ini diperagakan oleh empat muse, yakni Nadila Ernesta, Jihane Almira, Adinia Wirasti, dan Naila Alatas. Masing-masing menghadirkan karakter serta interpretasi berbeda terhadap busana yang dikenakan, sekaligus memperkuat pesan bahwa feminitas tidak terbatas pada satu definisi, melainkan dapat hadir dalam beragam bentuk ekspresi.

Baca Juga: Inovasi Baru di Jakarta Fashion Week 2027, Apa Saja?