Di balik ratusan restoran McDonald’s Indonesia yang tersebar di berbagai daerah, terdapat kisah panjang kemitraan dengan petani lokal yang menjadi tulang punggung rantai pasoknya.

Salah satu di antaranya adalah Made Gunada, petani asal Bali, yang telah mendampingi perjalanan McDonald’s Indonesia selama lebih dari tiga dekade.

Berawal sebagai petani kecil dari Bali, Made Gunada kini menjadi penggerak ratusan petani lokal di berbagai wilayah Indonesia, memasok sayuran segar dengan standar kualitas global untuk McDonald’s Indonesia.

“Saya ini petani kecil dari Bali. Tapi luar biasa, hari ini saya bisa berdiri di sini bersama McDonald’s. Perjalanan saya dengan McDonald’s sudah 33 tahun,” ungkap Made Gunada, Petani Lokal Penyedia Sayuran McDonald’s Indonesia, saat Press Conference 'Sepenuhnya Indonesia' di Flix Cinema ASHTA District 8, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Kolaborasi Made dengan McDonald’s Indonesia sendiri dimulai sejak restoran McDonald’s ketiga hadir di Indonesia atau sekitar tahun 1993.

Saat itu, ia hanya menyuplai hasil pertanian dalam skala sangat terbatas, dengan jarak distribusi sekitar 10 hingga 30 kilometer dari kebun.

“Awalnya saya hanya menyuplai sedikit, dari jarak dekat. Tapi dari situ saya dibina, dididik, dan rutin mendapat pelatihan dari McDonald’s. Yang diajarkan yaitu disiplin, konsisten, dan kualitas tidak bisa ditawar,” kenangnya.

Dikatakan Made, standar kualitas yang ketat dan konsistensi pasokan menjadi prinsip utama yang terus dipegang Made. Menurutnya, McDonald’s tidak pernah menawar soal mutu dan keberlanjutan suplai, nilai yang justru membentuk karakter profesional para petani mitranya.

Tak hanya menuntut standar tinggi, lanut Made, McDonald’s Indonesia juga memberikan pendampingan nyata kepada petani lokal. Made mengungkapkan bahwa dukungan diberikan sejak hulu hingga hilir, mulai dari pelatihan, fasilitas produksi, hingga pengendalian kualitas.

“Kami disupport fasilitas, mulai dari mesin, spinner, sampai mini lab. Jadi dari kebun sampai ke meja, kualitas benar-benar terjaga,” jelasnya.

Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi Made dalam mengembangkan jejaring petani dan memperluas wilayah suplai.

Baca Juga: Ario Bayu dan Refleksi Nilai Bangsa dalam Film Pendek ‘Sepenuhnya Indonesia’

Menggerakkan Ratusan Petani di Berbagai Daerah

Seiring pertumbuhan McDonald’s Indonesia yang kini memiliki lebih dari 300 restoran, peran Made pun berkembang.

Ia mulai membina dan mengajak petani lain di berbagai daerah untuk bergabung, mulai dari Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga wilayah Puncak.

“Sekarang ada sekitar 150 petani yang bergabung dan bersama-sama men-support McDonald’s. Ini bukan kebanggaan saya pribadi, tapi kebanggaan petani lokal Indonesia,” ungkap Made.

Produk yang disuplai pun semakin beragam, mulai dari tomat, seledri, daun bawang, mentimun, lemon, hingga pickle yang kini diproduksi secara lokal.

Salah satu momen paling berkesan bagi Made adalah pertemuannya dengan almarhum salah satu pimpinan McDonald’s Indonesia di masa awal kolaborasi.

Pesan sederhana, namun penuh makna itu terus menjadi motivasi Made hingga kini.

“Beliau bilang, ‘Pak Made akan besar bersama McDonald’s. Tapi Pak Made harus terus belajar standar dan jaga kualitas.’ Dari situ saya yakin, perjalanan ini akan panjang,” tuturnya.

Keyakinan tersebut membuat Made selalu siap ketika dipercaya memperluas suplai ke wilayah baru.

“Kalau saya bilang tidak siap, kesempatan belajar dan berkembang itu hilang,” tambahnya.

Kini, Made Gunada mengelola tiga fasilitas pemrosesan utama, yaitu di Bali untuk wilayah timur, Magelang untuk Jawa Tengah, dan Cipanas untuk Jabodetabek.

Bersama ratusan petani binaannya, ia menyuplai hampir 50 persen kebutuhan sayuran McDonald’s Indonesia.

“Ini bukti nyata ‘Sepenuhnya Indonesia’. Dari petani lokal, oleh orang Indonesia, untuk Indonesia,” tegas Made.

Perjalanan 33 tahun Made Gunada bersama McDonald’s Indonesia menjadi cerminan nyata bagaimana kemitraan jangka panjang, pembinaan berkelanjutan, dan kepercayaan dapat mengangkat petani kecil menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Berkah yang kami rasakan bukan hanya untuk saya, tapi untuk ratusan petani yang sekarang tumbuh bersama. Ini bukan cerita, ini bukti nyata,” pungkasnya.

Baca Juga: McDonald’s Indonesia Refleksikan 35 Tahun Perjalanan Lewat Film ‘Sepenuhnya Indonesia’