Habib Bahar bin Smith marah besar atas peristiwa pengeroyokan kepada Bambang Setiawan (59) dan Faturohman (18) yang terjadi pada aksi unjuk rasa di gedung DPR RI, Senayan Jakarta Pusat, pada 27 Agustus 2026. Dia mengatakan para pelaku pengeroyokan mesti segera ditangkap dan dihukum berat. 

Adapun pengeroyokan itu membuat Bambang  yang berprofesi sebagai pedagang cermin di daerah Pejompongan Jakarta Pusat tewas sementara Faturohman mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. 

Baca Juga: Budi Arie Bisik-bisik ke Jokowi Soal Ganti Prabowo Sebelum 2029, Hasto PDI-P: Itu Tindakan Anti Demokrasi

Selain mendesak agar para pelaku kekerasan itu segera ditangkap, Bahar bahkan menantang para pelaku pengeroyokan buat baku hantam, dia mengaku sama sekali tak gentar menghadapi mereka. 

“Hei preman-preman semua. Kumpulin jadi satu mereka semua. Kumpulin jadi satu semua preman-preman, semua siapapun yang berbuat kemungkaran, siapapun,” kata Bahar saat berkunjung ke rumah korban dikutip dari video yang beredar di media sosial, Sabtu (29/8/2026).

“Kumpulin semua jadi satu. Lawan ana. Eh kelingking saya nggak akan bergetar walaupun mereka semua jadi satu,” tambahnya. 

Bahar mengaku sama sekali tidak peduli dengan latar belakang  organisasi para pengeroyok, ia mengatakan bakal melawan kendati mereka adalah anggota ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) maupun ormas lainnya.

“Kelingking saya nggak gemetar. Mau GRIB, mau siapapun. Mau PWI, siapapun,” terangnya.

Adapun aksi pengeroyokan itu dikait-kaitkan dengan GRIB Jaya, ormas  ini dituding menjadi pelaku utamanya. Namun ormas besutan Hercules Rosario Marshal itu membantah tegas tudingan itu. 

“Saya mengatakan bahwa GRIB tidak terlibat di dalam kerusuhan tersebut. Secara institusi, kelembagaan ya, kami orang hukum pasti mengetahui jika ada pergerakan-pergerakan seperti itu,” kata Kuasa hukum GRIB Jaya  Wilson Colling. 

Wilson mengatakan, Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules tidak pernah memberikan instruksi kepada anggota organisasi untuk mengikuti demonstrasi pada Kamis malam.

Dia menegaskan, Hercules justru meminta anggotanya tak terlibat dalam aksi demonstrasi. Arahan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk dukungan GRIB Jaya terhadap aparat penegak hukum (APH) yang bertugas mengamankan jalannya kegiatan masyarakat.

“Karena Jakarta adalah milik kita semua. Oleh karena itu kita jaga ketertiban jangan sampai ada masalah,” tegasnya.

Baca Juga: Siapa Melva Pardede, Wanita yang Ngaku-ngaku Jadi Ojol di Aksi Unjuk Rasa 27 Agustus, Benar Anak Buah Megawati?

Dia mengatakan GRIB Jaya akan senantiasa menjaga keamanan dan kenyamanan Jakarta.

“Untuk menjaga keamanan ketertiban adalah kita semua, termasuk GRIB juga menjaga kenyamanan, ketertiban untuk Jakarta yang damai, aman, dan nyaman,” terangnya.