4. Perubahan rasa dan nafsu makan
Penumpukan racun dalam darah akibat disfungsi ginjal dapat mengubah indera perasa dan nafsu makan Anda. Beberapa tanda umum meliputi:
- Rasa logam yang terus-menerus di mulut.
- Kehilangan nafsu makan atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
- Rasa mual atau muntah, terutama di pagi hari.
Gejala-gejala ini terjadi ketika limbah menumpuk di dalam tubuh, suatu kondisi yang dikenal sebagai uremia.
5. Susah tidur bahkan ketika tubuh benar-benar lelah
Ketika ginjal gagal menyaring racun secara efektif, limbah tetap berada di aliran darah alih-alih dikeluarkan melalui urin. Hal ini dapat menyebabkan:
- Kesulitan tidur.
- Sindrom kaki gelisah menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan tidur.
- Apnea tidur umumnya dikaitkan dengan penyakit ginjal.
Jika Anda memiliki masalah tidur kronis, mungkin ada baiknya memeriksakan fungsi ginjal Anda.
6. Sesak napas
Jika Anda mengalami sesak napas bahkan tanpa beraktivitas, ginjal Anda mungkin tidak berfungsi dengan baik. Hal ini dapat terjadi karena:
- Penumpukan cairan di paru-paru, sehingga sulit bernapas.
- Penurunan kadar oksigen akibat anemia yang disebabkan oleh penyakit ginjal.
Jika Anda merasakan sesak napas yang tidak dapat dijelaskan, konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin.
7. Selalu merasa lelah meskipun melakukan pekerjaan yang minim
Jika Anda terus-menerus merasa lelah meskipun sudah beristirahat, hal itu bisa jadi disebabkan oleh masalah ginjal. Ginjal yang sehat menghasilkan hormon yang disebut eritropoietin (EPO), yang membantu memproduksi sel darah merah.
Ketika fungsi ginjal menurun, produksi EPO menurun, yang menyebabkan anemia—kondisi yang menyebabkan kelelahan, kelemahan, dan pusing.
Baca Juga: 8 Tips Jitu Menjaga Kesehatan Ginjal yang Mudah Dilakukan