Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil sikap tegas untuk menjawab desakan masyarakat yang sekarang ini meminta Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan Wakil Presiden setelah terbukti tak memiliki ijazah SMA/SLTA yang menjadi persyaratan pendaftaran pada Pilpres 2024 lalu.

Menurut tokoh reformasi 1998 itu, apabila Gibran tetap dibiarkan menjadi Wapres ilegal, maka kemarahan publik bisa saja memuncak dan meledak yang bakal memicu krisis sosial yang mengantar Indonesia pada kekacauan besar.

Baca Juga: Prabowo Tak Cawe-cawe di Kasus Gibran: Saya Tidak Menghalangi, Ini Konstitusi!

“Saya khawatirkan kalau kemarahan masyarakat sipil terus memanas akibat Gibran tidak mau mundur dan bisa mengarah pada titik ledak. Jangan sampai ada ledakan sosial yang belum tentu bisa dijinakkan oleh aparatur keamanan dan pertahanan kita,"  kata Amien dalam tayangan YouTube miliknya, dikutip Senin (12/10/2026).

Apabila gejolak politik ini benar-benar terjadi, maka Prabowo kata Amien menjadi orang yang paling bertanggung jawab sebab dirinya terkesan membiarkan Gibran tetap menjabat Wapres lewat cara inkonstitusional.

Untuk itu Amien meminta Prabowo untuk segera berdiskusi dengan Joko Widodo (Jokowi) dan meyakinkan yang bersangkutan bahwa Gibran memang sudah waktunya angkat kaki dari istana.

"Jadi masukan saya untuk Presiden Prabowo, Anda yang paling bertanggung jawab kalau sampai terjadi semacam people power Yakinkan Jokowi, Mas Prabowo bahwa Gibran sudah waktunya mundur,"ujarnya.

Tak hanya menyoroti potensi gejolak sosial, Amien juga berpandangan bahwa pemerintahan Prabowo akan lebih produktif jika Gibran tidak lagi menduduki kursi Wakil Presiden. Pandangan itu menjadi bagian dari desakannya agar Gibran bersedia melepaskan jabatan yang saat ini diemban.

Untuk memperkuat argumennya, Amien mengungkit sejarah pengunduran diri Mohammad Hatta dari jabatan Wakil Presiden pada 1 Desember 1956. Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah menjalankan pemerintahan tanpa Wakil Presiden setelah Hatta mengundurkan diri.

Baca Juga: Minta Gibran Angkat Koper dari Istana, Orangnya Jokowi ke Rocky Gerung: Hati-hati Anda!

Bagi Amien, peristiwa tersebut menjadi rujukan sejarah untuk menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan Gibran meninggalkan jabatan Wapres. Ia pun menempatkan Prabowo sebagai pihak yang diharapkan mampu mendorong penyelesaian polemik tersebut melalui komunikasi dengan Jokowi.