Billy mengatakan, salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah mendorong pembelian berulang atau repeat purchase, sekaligus menghadirkan kolaborasi dan inovasi produk.
Strategi tersebut dinilai penting agar merek kopi tidak hanya mengandalkan penambahan gerai, tetapi juga mampu menjaga relevansi dengan kebutuhan konsumen.
“Selain melihat addressable market-nya yang masih besar, kita juga melihat bukan hanya dari meningkatkan repeat purchase, tapi juga kolaborasi dengan inovasi,” jelasnya.
Menurut Billy, sebagai merek lokal, Janji Jiwa memiliki keunggulan dalam memahami karakter konsumen Indonesia.
Kedekatan dengan pasar domestik dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan preferensi masyarakat, mulai dari karakter rasa hingga pengalaman menikmati kopi.
Keunggulan tersebut juga menjadi modal bagi merek lokal untuk bersaing dengan pemain internasional yang ingin memasuki pasar Indonesia.
Billy juga mengatakan, pemahaman terhadap selera konsumen dan kebiasaan lokal dinilai dapat membantu merek membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.
“Kita merasa sebagai local brand, kita punya advantage-advantage seperti itu. Kita bisa bersaing dalam hal itu untuk memberikan familiaritas dari produk, dari juga taste profile yang bisa kita siapkan untuk customer-customer kita,” pungkas Billy.
Baca Juga: Dari KSJ Locator hingga Low Sugar Drink, Ini Strategi JIWA Group di 2026