Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia membawa tantangan baru dalam dunia kesehatan, salah satunya adalah tingginya kasus luka dekubitus atau luka tekan yang kerap dialami lansia. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kualitas hidup para lansia, tetapi juga menambah beban fisik dan psikologis bagi keluarga maupun para perawat yang mendampingi mereka.

Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), PT Uni-Charm Indonesia Tbk melalui brand popok dewasa Lifree berkolaborasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DKI Jakarta menyelenggarakan webinar nasional bertajuk 'Menuju Nol Dekubitus: Manajemen Keperawatan Komprehensif Inkontinensia Urine & Kesehatan Kulit Lansia'.

Kegiatan yang digelar pada 30 Mei 2026 tersebut diikuti lebih dari 1.000 tenaga medis dari berbagai daerah di Indonesia.

Webinar menghadirkan pakar kesehatan kulit dan kelamin, Dr. dr. Windy Keumala Budianti, Sp.D.V.E, Subsp.D.A.I., FINSDV, FAADV, serta pakar keperawatan Ns. Eka Widiati, M.Kep., Sp.Kep.An, ETN, yang berbagi pengetahuan mengenai pencegahan luka dekubitus dan pentingnya perawatan kulit lansia yang tepat.

Urgensi edukasi ini semakin terasa seiring Indonesia yang mulai memasuki era ageing population. Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan mencapai 34,07 juta jiwa atau sekitar 12 persen dari total populasi nasional.

Seiring bertambahnya populasi lansia, kebutuhan terhadap layanan kesehatan dan sistem perawatan yang tepat pun semakin meningkat.

Di sisi lain, prevalensi luka dekubitus di Indonesia masih tergolong tinggi. Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan angka kejadiannya masih berada di atas 30 persen.

Kondisi ini menjadi perhatian karena luka dekubitus dapat menurunkan kualitas hidup lansia sekaligus meningkatkan risiko komplikasi kesehatan lainnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Windy Keumala Budianti menjelaskan bahwa lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami luka dekubitus akibat tekanan yang terjadi secara terus-menerus pada area tubuh tertentu ketika berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama.

Risiko tersebut semakin meningkat ketika kulit sering terpapar urin atau kotoran yang menyebabkan kelembapan berlebih.

“Lansia berisiko terkena luka dekubitus karena tekanan konstan akibat tubuh yang berada dalam satu posisi statis terlalu lama, juga pajanan urin maupun kotoran yang terjadi berulang pada kulit sehingga menimbulkan kelembapan, meningkatkan pH serta merusak fungsi pelindung kulit,” jelas Dr. Windy, dikutip Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, kondisi kulit yang lembap membuat kulit lebih mudah mengalami maserasi, erosi, iritasi, serta rentan terhadap gesekan maupun pergeseran yang pada akhirnya dapat memicu terbentuknya luka tekan.

Baca Juga: Unicharm Luncurkan Inovasi Popok Celana untuk Dewasa, Ini Sederet Keunggulannya

Sementara itu, Ns. Eka Widiati menekankan bahwa pencegahan luka dekubitus sebenarnya dapat dilakukan sejak dini melalui perawatan yang konsisten di rumah.

Ia menjelaskan bahwa lansia perlu diposisikan ulang secara berkala untuk mengurangi tekanan pada titik tumpu tubuh.

Selain itu, kondisi kulit harus diperiksa setiap hari, area kulit yang mulai memerah tidak boleh dipijat, serta lingkungan tempat tidur harus selalu dijaga tetap bersih, rapi, dan kering.

Eka juga menyoroti pentingnya pemilihan popok dewasa yang tepat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan kulit lansia.

“Yang tidak kalah penting adalah ketepatan dalam memilih popok dewasa guna memastikan area kulit bebas pengap, tetap kering, dan terhindar dari kelembapan berlebih,” ujarnya.

Menjawab kebutuhan tersebut, Lifree menghadirkan popok dewasa tipe perekat yang dirancang untuk membantu menjaga kesehatan kulit lansia.

Produk ini menggunakan material yang memungkinkan sirkulasi udara sehingga panas tubuh dapat keluar dan kulit tetap nyaman.

Selain itu, teknologi jalur serap aktif membantu menyerap urin dengan cepat dan merata untuk menjaga kulit tetap kering dalam waktu lebih lama. Fitur perekat yang dapat dibuka dan dipasang berulang kali juga memberikan kemudahan dalam proses perawatan.

Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, mengatakan bahwa upaya edukasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung kehidupan lansia yang lebih sehat dan bermartabat.

“Unicharm memiliki misi yaitu mewujudkan masyarakat simbiosis Indonesia yang sehat, mandiri, nyaman, dan bahagia melalui produk penyerapan berkualitas seperti Lifree dan produk-produk unggulan kami lainnya,” kata Yasutaka Nishioka.

Ia menjelaskan bahwa setelah meluncurkan inovasi popok dewasa pertama dengan teknologi sirkulasi udara pada 2024 dan memperoleh bukti ilmiah melalui riset klinis bersama CRSU-FKUI pada 2025 yang menunjukkan kemampuan produk dalam membantu memperbaiki kondisi kulit, Unicharm kini memperluas dampak melalui edukasi kepada tenaga kesehatan.

“Di tahun ini kami melangkah lebih jauh dengan mengedukasi lebih dari 1.000 tenaga medis melalui kolaborasi Webinar Nasional bersama PPNI. Melalui inovasi produk popok dewasa yang berkualitas tinggi serta edukasi dan menyebarluaskan cara penanganan lansia yang tepat secara berkelanjutan dengan melibatkan para ahli, kami ingin berkontribusi nyata dalam mewujudkan nol luka dekubitus di Indonesia demi menjaga kehidupan lansia yang sehat dan bermartabat,” tutupnya.

Melalui kolaborasi ini, Unicharm dan PPNI berharap semakin banyak tenaga kesehatan, caregiver, dan keluarga yang memahami pentingnya pencegahan luka dekubitus.Dengan perawatan yang tepat dan edukasi yang berkelanjutan, kualitas hidup lansia di Indonesia diharapkan dapat terus meningkat seiring bertambahnya populasi usia lanjut di masa mendatang.

Baca Juga: Unicharm Dukung Peningkatan Kualitas Hidup Lansia melalui Edukasi Caregiver