“Tak ada patah hati, yang sembuh di satu dan dua hari ~~”
Growthmates pecinta musik pasti sudah tidak asing lagi dengan penggalan lirik di atas, kan? Lagu “Terakhir Kali” yang dibawakan Ardhito Pramono bersama Wijaya 80 sukses mencuri perhatian publik dan membuat namanya kembali jadi sorotan.
Belum lama ini, pelantun lagu “Fine Today” tersebut juga baru merayakan ulang tahunnya yang ke-31. Momen spesial itu turut mencuri perhatian netizen karena kehadiran Davina Karamoy yang ramai disebut-sebut sebagai sosok spesial di hidup Ardhito.
Lewat unggahan di Instagram pribadinya, Davina memberikan ucapan ulang tahun manis yang langsung membuat warganet ikut “salting berjamaah”.
Di balik kehidupan pribadinya yang kerap jadi perhatian, Ardhito sendiri dikenal sebagai musisi multitalenta yang sukses menapaki karier di dunia musik hingga seni peran.
Berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Kamis (28/5/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Ardhito Pramono.
Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Musisi Ternama Anang Hermansyah, Pernah Jadi Anggota Dewan
Profil Ardhito Pramono
Pemilik nama lengkap Ardhito Rifqi Pramono ini merupakan musisi sekaligus aktor kelahiran 22 Mei 1995. Beberapa hari lalu, ia baru saja merayakan ulang tahunnya ke-31 yang sempat mencuri perhatian berkat ucapan dari sang pujaan hati, Davina Karamoy.
Bicara soal kariernya di industri musik, darah seni pada Ardhito rupanya mengalir deras dari sang nenek yang merupakan penyanyi jazz, Sarwi Mumpuni.
Usut punya usut, ia terlahir dari keluarga berada. Sang ayah diketahui berprofesi sebagai pemasok mesin pesawat. Sementara sang ibu adalah seorang terapis yang membuka tempat praktik di Jakarta.
Sebagai musisi ternama, kehidupan pribadi pria ini dikenal dengan gigi gingsul dan rambut keritingnya yang khas ini acap kali menjadi sorotan.
Sebelum menjalin hubungan dengan Davina, Ardhito dikabarkan pernah menikah dengan seorang model bernama Jeanneta Sanfadelia. Namun, hubungan keduanya berakhir dengan perceraian pada November 2023.
Perjalanan Karier
Dalam industri mudik, Ardhito Pramono mulai dikenal luas sejak 2013 setelah sukses menyanyikan lagu AJ Rafael, “She Was Mine”.
Sejak masih menempuh pendidikan di JMC Academy, ia mulai menciptakan beberapa lagu. Namun, setelah menyelesaikan studinya, alih-alih langsung terjun ke dunia musik, Ardhito justru bekerja di perusahaan milik sang ayah.
Pada 2016, ia pun merilis singel debut berjudul “The Sun” yang kemudian masuk ke dalam album mini pertamanya, Ardhito Pramono, pada 2017. Namanya pun semakin dikenal setelah bergabung dengan label besar Sony Music Entertainment Indonesia pada awal 2018.
Tak hanya sukses sebagai musisi, Ardhito juga melebarkan sayap ke dunia seni peran. Ia memulai debut akting lewat film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini pada 2020 dengan memerankan karakter Kale.
Perannya tersebut bahkan berlanjut dalam film Story of Kale: When Someone's in Love dan Story of Dinda: Second Chance of Happiness.
Sejak saat itu, Ardhito semakin aktif membintangi berbagai judul film, mulai dari Dear Nathan: Thank You Salma, 13 Bom di Jakarta, A Business Proposal, hingga Gudang Merica. Selain film layar lebar, ia juga pernah terlibat dalam film pendek Hampir Jadi sebagai aktor, sutradara, sekaligus editor, serta membintangi serial web Cerita tentang Menyudahi.
Baca Juga: Rekam Jejak Bisnis Reza Arap: dari Musik hingga Industri Hiburan dan E-Sports
Karier di Dunia Musik
Di dunia musik, Ardhito Pramono dikenal lewat warna musik jazz-pop yang khas dan easy listening. Sejak debutnya pada 2016 lewat lagu “The Sun”, Ardhito telah merilis sejumlah album mini seperti Ardhito Pramono, Playlist Vol. 2, hingga A Letter to My 17 Year Old. Ia juga merilis album studio bertajuk Wijayakusuma dan Roadtrip.
Beberapa lagu Ardhito yang cukup populer di antaranya “Bitterlove”, “Cigarettes of Ours”, “Fine Today”, hingga “Sudah” yang menjadi soundtrack film. Tak hanya bersolo karier, ia juga beberapa kali berkolaborasi dengan musisi lain seperti Raisa, Isyana Sarasvati, hingga Diskoria.
Selain itu, Ardhito juga membentuk grup musik Wijaya 80 bersama Erikson Jayanto dan Hezky Joe. Grup tersebut mengusung nuansa musik era 1980-an dan sukses menarik perhatian publik lewat lagu “Pemain Lama”, “Seharusnya Aku”, hingga “Terakhir Kali”. Lagu “Terakhir Kali” bahkan viral di media sosial, khususnya TikTok, dan kerap digunakan sebagai sound FYP.
Selain lagu “Terakhir Kali”, Wijaya 80 juga kembali mencuri perhatian lewat kolaborasi bersama Sal Priadi dalam lagu “Bulan Bintang, Garis Menyilang” yang dirilis pada 2026. Lagu tersebut mendapat respons positif dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Baca Juga: Berkenalan dengan Kenzy Taulany, Turuni Bakat Melawak dan Main Musik Andre Taulany
Nominasi & Penghargaan
Berkat karya-karyanya di industri hiburan, Ardhito Pramono juga berhasil meraih sejumlah penghargaan dan nominasi bergengsi.
Di dunia musik, ia beberapa kali masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia lewat lagu-lagu seperti “Fake Optics”, “Bitterlove”, hingga “Fine Today”. Pada 2020, Ardhito berhasil membawa pulang penghargaan kategori Artis Jazz Kontemporer Terbaik.
Tak hanya di musik, kiprahnya di dunia akting juga mendapat apresiasi. Lewat film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini, Ardhito memenangkan penghargaan Pemeran Pendatang Baru Terfavorit di ajang Indonesian Movie Actors Awards 2020.