Pemerhati sosial dan politik Adian Radiatus mengatakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sedang terjebak dalam keserakahan dan ketamakan politiknya sendiri. Saat ini ruang gerak Jokowi benar-benar terkunci bahkan ia dibiarkan dan ditinggal sendirian setelah skandal ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka mengemuka. 

Posisinya semakin terhimpit setelah DPR mempertimbangkan mendorong hak angket memakzulkan Gibran dari kursi Wakil Presiden setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutus bahwa Gibran terbukti tak memiliki ijazah SMA/SLTA sebagai syarat pendaftaran pada Pilpres 2024 lalu. Atau dengan kata lain pencalonan Gibran pada Pilpres lalu cacat prosedur sejak awal.

Baca Juga: Polemik Ijazah Gibran, Jokowi Berkelit Pakai Gaya Lawas, Ahmad Khozinudin Langsung Kasih Wejangan!

“Jokowi terjebak oleh sepak terjang keserakahannya yang haus akan kekuasaan," kata Adian dilansir Minggu (18/10/2026).

Menurut Adian, masalah ijazah SMA/SLTA Gibran adalah persoalan yang sama sekali tidak diduga Jokowi. Pada Pilpres 2024 ia sukses menyelundupkan Gibran sebagai alat tawar politik pada Prabowo Subianto, namun kini ia harus menghadapi kenyataan tersebut bahwa putranya kini sedang didera masalah ijazah yang membuat ia berpotensi kehilangan jabatan Wapres. 

"Masalah ijazah Gibran barangkali tidak pernah diduga Jokowi sama sekali. Jokowi kini harus melihat dan menerima kenyataan bahwa Gibran tersandera oleh skandal ijazah," ujarnya.

Adapun Jokowi telah memberi pernyataan pembelaan dengan mengatakan bahwa polemik ijazah Gibran merupakan sebuah operasi politik yang sengaja digerakkan aktor tertentu. Isu ini kemudian ikut ditunggangi penumpang gelap yang membuatnya ramai dan disorot publik secara luas.

Meski demikian, pernyataan Jokowi dinilai hanyalah upaya untuk mengelak dengan menuding pihak lain, Jokowi sedang mencoba menempatkan diri sebagai korban, itu adalah senjata usang yang sudah dipakainya berkali-kali.

Ketimbang mengelak dan mencari-cari alasan seraya menuding pihak lain, Jokowi justru diminta agar bersedia menyuruh Gibran mundur dari jabatannya setelah semua intrik kotor yang dilakukan pada Pilpres 2024 terbongkar.

Baca Juga: Tuding Ada Operasi Politik Merusak Citra Anaknya, Jokowi Langsung Dikasih Paham Denny Indrayana: Reputasi Gibran Memang Jelek Kok!

"Solusi paling elegan dan terhormat adalah sebagaimana banyak disuarakan publik baik tokoh nasional, pakar maupun aktivis adalah mengundurkan diri atau legowo secara penuh kesadaran dan bertanggung jawab," pungkas Adian.