Menurutnya, saat ini Jokowi belum sepenuhnya menggantungkan masa depan politik Gibran pada keberlanjutan duet dengan Prabowo.

"Jadi, perubahan sikap itu tampaknya disengaja. Sebab dengan perubahan sikap itu Jokowi bisa lebih bebas menentukan Gibran menjadi capres atau tetap menjadi cawapres," tukasnya.

Namun, ia menilai kemungkianan Gibran maju sebagai calon presiden atau kembali menjadi calon wakil presiden pada 2029 masih berupa skenario politik.