Sejak didirikan pada 2018, JIWA Group konsisten memperkuat eksistensinya di industri food and beverage Tanah Air lewat beragam inovasi, mulai dari pengembangan produk, layanan, hingga teknologi digital.
Usai meraih kesuksesan melalui lini bisnis seperti Janji Jiwa dan Jiwa Culture, perusahaan kini semakin gencar memperluas jangkauan pasar lewat Kopi Sejuta Jiwa (KSJ), layanan mobile coffee cart yang mulai diperkenalkan pada 2023.
Memasuki kuartal kedua 2026, JIWA Group kembali menghadirkan inovasi terbaru, mulai dari peluncuran menu Es Kopi Susu Honey hingga fitur digital KSJ Locator yang tersedia di aplikasi JIWA+ (Jiwa Plus).
CEO JIWA Group, Billy Kurniawan, mengatakan inovasi telah menjadi bagian penting dari identitas perusahaan sejak awal berdiri.
“Inovasi merupakan bagian dari DNA JIWA Group. Sejak awal, kami selalu berupaya menerapkan pendekatan customer-first dengan memahami kebutuhan konsumen, memperhatikan perubahan perilaku pelanggan, serta berani mengeksplorasi tren dan pengalaman baru yang relevan dengan keseharian mereka,” terang Billy, saat Media Gathering Kopi Sejuta Jiwa New Innovations, di Janji Jiwa Culture Green Ville, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Dari sisi produk, Kopi Sejuta Jiwa meluncurkan menu terbaru bernama Es Kopi Susu Honey. Minuman ini memadukan karakter es kopi susu khas KSJ dengan sentuhan madu yang memberikan rasa manis dan menyegarkan.
Perpaduan rasa kopi yang creamy dengan hint madu disebut menghadirkan pengalaman minum kopi yang lebih smooth dan refreshing, namun tetap familiar di lidah konsumen Indonesia.
Dipaparkan Billy, menu Es Kopi Susu Honey mulai tersedia secara serentak sejak 13 Mei 2026 di lebih dari 1.500 mobile cart Kopi Sejuta Jiwa yang tersebar di berbagai wilayah Pulau Jawa.
Menurut Billy, inovasi produk tersebut lahir dari upaya perusahaan untuk terus relevan dengan perubahan tren dan preferensi pelanggan.
“Kehadiran Es Kopi Susu Honey dan fitur KSJ Locator merupakan bentuk inovasi yang kami hadirkan untuk terus menyesuaikan diri dengan tren, perilaku, dan interest konsumen saat ini. Kami ingin menghadirkan pengalaman menikmati kopi yang tidak hanya praktis, tetapi juga mampu memberikan good vibes experience bagi para pelanggan,” katanya.

Tak hanya menghadirkan menu baru, JIWA Group juga memperkenalkan fitur KSJ Locator pada aplikasi JIWA+. Fitur ini memungkinkan konsumen menemukan mobile barista Kopi Sejuta Jiwa terdekat secara real time dalam radius hingga lima kilometer dari lokasi pengguna.
Melalui fitur tersebut, pelanggan juga dapat terhubung langsung dengan rider atau mobile barista melalui layanan chat untuk mempermudah transaksi.
Billy menjelaskan, pengembangan teknologi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan pengalaman yang lebih seamless antara pelanggan dan mitra penjual.
“Kita develop first phase dari aplikasi Sejuta Jiwa di JiwaPlus, namanya KSJ Locator,” ujarnya.
“Kita pengennya ini jadi satu akses yang seamless antara customer dan juga mitra kita yang berjualan,” lanjut Billy.
Diakui Billy, kehadiran KSJ Locator sekaligus melengkapi berbagai layanan yang sebelumnya sudah tersedia di aplikasi JIWA+, mulai dari dine-in, takeaway, hingga delivery.
Baca Juga: Janji Jiwa Jawab Tren 'Bold Flavor' Lewat Peluncuran Black Toast Series
Tiga Pilar Bisnis JIWA Group
Lebih lanjut, Billy mengungkapkan, saat ini JIWA Group memiliki tiga business unit utama yang menyasar segmen pasar berbeda, tetapi tetap membawa identitas yang sama, yakni menghadirkan kopi berkualitas dengan rasa yang familiar bagi masyarakat Indonesia.
Ia menegaskan, lini retail Janji Jiwa masih menjadi bisnis inti perusahaan dengan produk unggulan berupa kopi dan toast.
“Jiwa itu masih menjadi core brand kita, di mana kita menghadirkan kopi dan toast yang memberikan rasa familiar dan berkualitas,” kata Billy.
Selain itu, lanjut Billy, perusahaan juga mengembangkan Jiwa Culture sebagai konsep lifestyle space yang kini telah memiliki sekitar 25 gerai di Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Kalimantan Timur.
Menurut Billy, perubahan perilaku konsumen setelah pandemi membuat masyarakat kembali mencari ruang untuk berkumpul dan bersosialisasi.
“Kalau sekarang kita lebih enjoy nongkrong dengan teman-teman. Di sini kita menghadirkan lifestyle space, tempat yang lebih vibrant buat creative space, community, dan tempat-tempat ngumpul,” ujarnya.
Melalui Jiwa Culture, perusahaan juga aktif berkolaborasi dengan komunitas kreatif dan gaya hidup di berbagai kota.
“Kita banyak sekali in touch with activities of the community,” kata Billy.
Sementara itu, sambung Billy, bisnis Kopi Sejuta Jiwa terus berkembang sebagai konsep kopi mobile yang mengutamakan kecepatan, aksesibilitas, dan harga terjangkau.
Billy mengatakan konsep tersebut lahir dari perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin mengutamakan kemudahan.

“Kita percaya sekarang kebanyakan consumer pengennya quick, cepat, accessible. Karena sekarang semuanya within the touch of a button,” ujarnya.
Saat ini, Sejuta Jiwa telah memiliki sekitar 1.500 rider yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Bisnis tersebut awalnya hanya dimulai dari 20 cart sebagai pilot project sebelum berkembang pesat dalam tiga tahun terakhir.
“Kita sudah melayani lebih dari 6 juta gelas selama tiga tahun kita beroperasi,” ungkap Billy.
Adapun, kata Billy, wilayah operasional Sejuta Jiwa kini mencakup Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, hingga sejumlah kota di Jawa Tengah.
Meski mengusung konsep mobile coffee, Billy menegaskan kualitas dan kebersihan tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Karena itu, seluruh proses produksi dilakukan secara terpusat untuk menjaga standar rasa dan higienitas.
“Kalau bikin produk di jalanan, concern pertama pasti masalah kebersihan. Karena itu semua production kita centralized supaya standarisasinya sama,” jelasnya.
Ke depan, kata Billy, JIWA Group juga tengah menyiapkan berbagai inovasi produk yang lebih sehat, termasuk kategori rendah gula dan rendah kalori. Perusahaan bahkan berencana menghadirkan informasi nutrisi pada produknya.
“Kita punya goal untuk menghadirkan produk-produk yang lebih low calorie dan low sugar,” kata Billy.
Tak hanya itu, perusahaan turut memperkenalkan identitas kemasan baru yang dirancang agar lebih relevan dengan karakter generasi muda.
Menurut Billy, kemasan kini bukan sekadar wadah produk, melainkan bagian dari ekspresi personal konsumen.
“Packaging bukan hanya buat konsumsi produk, tapi sesuatu yang memberikan relatability terhadap personal brand customer itu sendiri,” ujarnya.
Melalui seluruh inovasi tersebut, Billy menegaskan JIWA Group ingin terus mempertahankan identitasnya sebagai brand kopi lokal yang dekat dengan masyarakat Indonesia.
“DNA dari JIWA Group sendiri tetap menghadirkan produk kopi yang berkualitas dengan rasa yang familiar,” pungkas Billy.
Baca Juga: 7 Franchise Kopi Kekinian Paling Menjanjikan 2026