Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menjadi pembicaraan publik dalam satu dua hari belakangan ini, ia menjadi sorotan setelah tak sadarkan diri di tengah upacara penghormatan dan pelepasan jenazah anak buahnya yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros.

Kini kondisi kesehatan Menteri Trenggono disebut telah stabil dan segera kembali bekerja. Insiden itu terjadi lantaran sang menteri kelelahan setelah melaksanakan sejumlah rangkaian pekerjaan. 

Baca Juga: Prabowo Panggil Bahlil hingga Kepala BIN Cek Progres Program Prioritas

"Aman bapaknya (Trenggono). Sudah baikan, baikan. (Karena) Kecapekan. Beliau baru sampai dari perjalanan dinas itu, terus selama di Eropa memantau terus perkembangan di Jakarta. Begitu tahu sudah diumumkan korban, beliau ingin mendampingi keluarga dan berpartisipasi dalam proses upacara,"  kata Staf Khusus Menteri KKP Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Media Dodi Ismanto dilansir Olenka.id Senin (26/1/2026). 

Profil Trenggono

Terlepas dari insiden yang sempat bikin panik itu, Trenggono memang telah mencatat pengalaman panjang baik di dunia profesional, bisnis hingga pemerintahan. 

Trenggono terjun ke dunia profesional sejak 1986, ia malang melintang di sektor industri dan manajemen. Di awal perjalanan kariernya pria kelahiran 3 November 1962 itu bergabung dengan ke Federal Motor (kini PT Astra Honda Motor). Di perusahaan otomotif ini, Trenggono menduduki jabatan sebagai system analyst.

Kariernya di perusahaan tersebut berjalan mulus, dua tahun  bekerja, Trenggono sudah di diganjar jabatan dan posisi baru, pada 1988 ia dipercayakan menjabat Manajer Management Information System (MIS),  posisi ini ia jabat hingga 1992 hingga akhirnya ia didapuk menjadi General Manager MIS and Business Development Federal Motor Astra Group pada 1992–1995. Ini menjadi jabatan terakhirnya di perusahaan tersebut. 

Hampir satu dekade berkarier di perusahaan tersebut, Trenggono memutuskan hengkang dan menerima tawaran sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan INKUD (Induk Koperasi Unit Desa).

Selanjutnya ia didapuk menjadi Direktur Utama PT Solusindo Kreasi Pratama-Indonesian Tower. Jabatan ini ia rengkuh hampir 10 tahun lamanya yakni dari 2000 hingga 2009. 

Trenggono juga pernah menjadi Ketua Umum Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi pada 2005–2016, serta Komisaris Utama PT Teknologi Riset Global Investama pada 2010–2016.

Lalu pada 2018, ia tercatat sebagai Komisaris di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), bagian dari Grup Saratoga.

Karier Politik 

Kenyang dengan pengalaman di dunia profesional dan bisnis, Trenggono akhirnya banting setir ke dunia politik. Penjelajahan dunia politik ia mulai sejak 2009 dengan bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN) yang ketika itu masih dinahkodai Hatta Rajasa. Ketika itu ia dipercayakan menjadi bendahara partai.  Namun perjalannya di dunia politik tidak semujur karier sebelumnya. Trenggono memilih vakum pada 2013. 

Trenggono kembali ke dunia politik setelah sekitar tujuh tahun rehat, ia kembali pada momentum Pilpres 2019 dengan bergabung di kubu pasangan Joko Widodo–KH Ma’ruf Amin. Di sini Trenggono menjadi salah satu aktor penting dalam tim kampanye. 

Baca Juga: Minimalisir Eksploitasi, Kementerian P2MI dan KKP Bentuk Satgas Awasi PMI di Sektor Perikanan

Keterlibatannya sebagai salah satu tokoh penting dalam tim kampanye Jokowi-Ma'ruf membuat publik banyak mengetahui rekam jejak dan dukungan politik Trenggono, dimana ia diketahui menjadi salah satu loyalis garis keras Jokowi, ia mendukung Jokowi sejak masih menjadi Wali Kota Solo hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta. Di mana pada Pilkada DKI Jakarta 2012, Trenggono menjadi salah satu figur penting dalam tim kampanye Jokowi. 

Di era pemerintahan Jokowi karier politik Trenggono melesat tanpa hambatan berarti, ia ditunjuk menjadi Wakil Menteri Pertahanan RI oleh Presiden Jokowi pada Oktober 2019 mendampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang ditunjuk menggantikan posisi Sjafrie Sjamsoeddin.

Namun hanya setahun di Wakil Menteri Pertahanan, S-2 Ilmu Kebijakan Publik Institut Teknologi Bandung ini kembali diganjar jabatan baru, pada 23 Desember 2020 ia dapuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan  menggantikan Edhy Prabowo yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia karena kasus pemberian izin ekspor benih lobster.

Setelah berakhirnya masa pemerintahan Jokowi, Trenggono kembali dilantik untuk jabatan yang sama di Kabinet Merah Putih milik Presiden Prabowo Subianto.