Kulit anak membutuhkan perawatan yang tepat agar tetap sehat dan terlindungi dari berbagai faktor lingkungan. Aktivitas bermain di luar ruangan, paparan sinar matahari, keringat, debu, hingga perubahan cuaca dapat memengaruhi kondisi kulit mereka.

Meski demikian, menjaga kesehatan kulit anak tidak harus dilakukan dengan rutinitas perawatan yang rumit atau menggunakan banyak produk. Orang tua dapat membantu menjaga kulit anak tetap sehat melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten setiap hari.

Prasanna Vasanadu, Parent Educator sekaligus pendiri Tikitoro, membagikan sejumlah kebiasaan yang dapat diterapkan untuk mendukung kesehatan kulit anak.

Dan, dikutip dari Times of India, Selasa (27/10/2026), berikut 5 kebiasaan sehari-hari yang bisa dilakukan orang tua bersama anak.

1. Gunakan pelembap secara rutin

Menjaga kelembapan merupakan salah satu langkah penting dalam merawat kulit anak. Kulit yang terjaga kelembapannya dapat membantu mempertahankan fungsi lapisan pelindung kulit sehingga tidak mudah kering dan mengalami iritasi.

Orang tua dapat mengoleskan pelembap setelah anak mandi, ketika kulit masih sedikit lembap. Pilih produk dengan formulasi sederhana dan bebas pewangi, terutama jika anak memiliki kulit sensitif atau mudah mengalami iritasi.

Perhatikan pula area tubuh yang cenderung lebih kering, seperti tangan, lutut, dan siku. Jika bagian-bagian tersebut terlihat kering, gunakan pelembap secara teratur sesuai kebutuhan.

Kebiasaan ini tidak hanya membantu menjaga kelembapan kulit, tetapi juga mengurangi risiko kulit menjadi kasar dan pecah-pecah.

2. Biasakan menggunakan tabir surya

Perlindungan dari sinar matahari perlu menjadi bagian dari rutinitas harian anak, terutama ketika mereka banyak beraktivitas di luar ruangan. Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan kulit terbakar dan meningkatkan risiko kerusakan kulit dalam jangka panjang.

Karena itu, orang tua sebaiknya membiasakan anak menggunakan tabir surya (sunscreen) sebelum beraktivitas di luar ruangan. Pilih tabir surya dengan SPF 30 atau lebih, berspektrum luas, serta tahan air jika anak berenang atau banyak berkeringat.

Tabir surya perlu diaplikasikan kembali sekitar setiap dua jam saat berada di luar ruangan, serta setelah berenang, berkeringat banyak, atau mengeringkan tubuh dengan handuk, sesuai petunjuk produk.

Selain menggunakan tabir surya, orang tua dapat melindungi anak dengan memakaikan topi, pakaian yang menutupi kulit, dan mengajak mereka berteduh ketika sinar matahari terasa terik.

Dengan pembiasaan sejak dini, anak dapat belajar bahwa melindungi kulit dari sinar matahari merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh.

Baca Juga: Jerawat Tiba-Tiba Muncul di Usia 30-an dan 40-an? Dokter Kulit Ungkap Penyebabnya

3. Ajarkan kebiasaan mencuci tangan dengan benar

Sepanjang hari, anak menyentuh berbagai benda saat belajar, bermain, dan beraktivitas. Tangan pun dapat menjadi tempat menempelnya kotoran dan kuman yang berpotensi menyebabkan penyakit.

Oleh karena itu, orang tua perlu membiasakan anak mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain di luar ruangan, serta ketika tangan terlihat kotor.

Ajarkan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama setidaknya 20 detik. Pastikan mereka membersihkan seluruh bagian tangan, termasuk telapak, punggung tangan, sela-sela jari, dan area di sekitar kuku.

Meski penting, mencuci tangan juga perlu dilakukan dengan lembut. Hindari menggosok kulit terlalu keras atau menggunakan sabun yang dapat membuat tangan kering dan iritasi.

Jika kulit tangan anak mudah kering, orang tua dapat mengoleskan pelembap setelah mencuci tangan. Dengan demikian, kebersihan tetap terjaga tanpa mengabaikan kesehatan kulit.

4. Pilih produk perawatan kulit yang sesuai untuk anak

Kulit anak tidak membutuhkan banyak produk perawatan. Rutinitas sederhana yang terdiri dari pembersih lembut, pelembap, dan tabir surya umumnya sudah memadai untuk kebutuhan dasar sehari-hari.

Orang tua sebaiknya memilih produk yang sesuai dengan usia dan kondisi kulit anak. Jika kulitnya sensitif, utamakan produk tanpa pewangi dan hindari bahan yang berpotensi menimbulkan iritasi.

Selain itu, jangan memperkenalkan terlalu banyak produk baru secara bersamaan. Penggunaan satu produk baru pada satu waktu akan membantu orang tua mengidentifikasi kemungkinan penyebab jika muncul kemerahan, gatal, atau reaksi lain pada kulit.

Hindari pula penggunaan produk perawatan kulit orang dewasa yang mengandung bahan aktif kuat tanpa rekomendasi tenaga medis. Kebutuhan kulit anak berbeda-beda, sehingga pemilihan produk perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Jika anak mengalami ruam yang menetap, gatal berulang, atau iritasi yang tidak kunjung membaik, konsultasikan kondisinya kepada dokter.

5. Dukung kesehatan kulit melalui pola hidup sehat

Perawatan kulit anak tidak hanya bergantung pada produk yang digunakan dari luar. Kebiasaan sehari-hari, seperti mandi secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi, minum cukup air, dan tidur yang memadai, juga berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kulit.

Setelah bermain atau berkeringat, anak dapat mandi menggunakan air suam-suam kuku dan sabun yang lembut untuk membersihkan kotoran. Hindari mandi terlalu lama dengan air panas karena dapat membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya.

Orang tua juga perlu menyediakan makanan bergizi seimbang yang mencakup sayur, buah, sumber protein, serta lemak sehat sesuai kebutuhan anak. Asupan cairan yang cukup membantu memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh, sementara tidur yang memadai mendukung proses pemulihan dan pertumbuhan.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut sebaiknya dibangun secara bertahap agar menjadi bagian alami dari rutinitas anak, bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Flek Hitam pada Wajah agar Kulit Tampak Lebih Cerah