Mengawali perjalanan dari panggung teater hingga merambah layar lebar, Eduwart Manalu menjadi salah satu aktor Tanah Air yang dikenal lewat kemampuan aktingnya. Ia kerap memerankan karakter dengan beragam latar dan emosi, serta telah membintangi sejumlah film dari berbagai genre.

Nama Eduwart mulai mendapat perhatian lebih luas lewat film independen Istirahatlah Kata-Kata (2016). Dalam film biopik yang mengangkat kisah penyair Wiji Thukul ini, ia berperan sebagai Martin Siregar, sahabat Wiji Thukul. Peran ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya dan membawanya mendapat apresiasi di dunia perfilman.

Terlepas dari itu, berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Minggu (1/11/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Eduwart Manalu.

Baca Juga: Berkenalan dengan Mike Muliadro dan Intip Jejak Kariernya di Dunia Akting

Profil Eduwart Manalu

Eduwart Manalu merupakan aktor kelahiran Gunungsitoli, Sumatera Utara, pada 20 Februari 1984. Ketertarikannya pada dunia seni peran sudah muncul sejak duduk di bangku SMP, ketika ia mulai mengenal kegiatan drama.

Setelah lulus dari SMK jurusan Tata Boga di Bogor, Eduwart sempat memiliki keinginan untuk bekerja di kapal pesiar atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, karena keterbatasan biaya, ia akhirnya mengurungkan rencana tersebut.

Perjalanan Eduwart di dunia seni peran kemudian dimulai ketika salah seorang temannya mengajak bergabung dengan Teater Populer yang dipimpin aktor Slamet Rahardjo. Dari sanalah ia mulai serius menekuni dunia akting melalui panggung teater.

Perihal kehidupan pribadinya, Eduwart diketahui telah menikah dengan Yohana Gabe Siahaan. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang putra bernama Keanu dan Kiel. Melalui akun Instagram pribadinya, Eduwart sesekali membagikan momen kebersamaan dengan istri dan kedua putranya.

Perjalanan Karier

Setelah menekuni dunia teater selama belasan tahun, Eduwart akhirnya mendapat kesempatan untuk terjun ke layar lebar melalui film Di Balik 98 (2015) garapan Lukman Sardi. 

Dalam film tersebut, ia memerankan tokoh politikus Indonesia, Amien Rais. Film ini menjadi salah satu langkah awal Eduwart dalam membangun karier di industri perfilman.

Setahun kemudian, Eduwart kembali terlibat dalam film Bangkit! (2016). Namanya mulai mendapat perhatian lebih luas setelah memerankan Martin Siregar dalam film Istirahatlah Kata-Kata (2017). Pada tahun yang sama, ia juga tampil dalam film Night Bus dan Chrisye.

Baca Juga: Main di Film Laut Bercerita, Yuk Kenalan dengan Yoga Pratama!

Sejak itu, Eduwart semakin sering menghiasi layar lebar dengan beragam peran. Ia terlibat dalam sejumlah film populer, seperti Gundala (2019), Mudik (2020), Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), Qodrat (2022), hingga Vina: Sebelum 7 Hari (2024).

Pada 2025, Eduwart kembali membintangi beberapa film dari berbagai genre, di antaranya Penjagal Iblis: Dosa Turunan, Jalan Pulang, Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian, Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, dan Jembatan Shiratal Mustaqim.

Tak hanya di layar lebar, Eduwart juga mengembangkan kariernya melalui sejumlah film pendek dan serial web. 

Beberapa di antaranya adalah Riuh (2020), Brata (2018 dan 2020), Virgin the Series (2022), Open BO (2023), serta Joko Anwar's Nightmares and Daydreams dan Second Account (2024). Ia juga pernah tampil dalam FTV Anakku Korban Keserakahan Ibu Angkatnya (2015).