Indonesia kian menegaskan posisinya sebagai salah satu pasar skincare dengan pertumbuhan pesat di Asia Tenggara. Laporan ASD Report menyebut, nilai industri skincare di Indonesia mencapai Rp51,7 triliun pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh hingga Rp78,1 triliun pada 2032. Pertumbuhan ini didorong oleh populasi yang besar, dominasi usia muda, serta meningkatnya daya beli masyarakat.
Di tengah ekspansi pasar tersebut, preferensi konsumen juga mengalami pergeseran. Konsumen kini tidak lagi sekadar mengejar hasil instan atau tren viral, melainkan semakin selektif terhadap kandungan produk, keamanan, serta manfaat jangka panjang bagi kesehatan kulit. Perubahan perilaku ini membuka ruang bagi brand yang menawarkan pendekatan berbasis riset dan formulasi yang teruji secara klinis.
Baca Juga: 5 Tren Perawatan Kulit dengan Sentuhan Korea yang Semakin Populer
Perkenalkan Filosofi Cleanical Beauty
Menjawab kebutuhan tersebut, Pestlo, brand skincare asal Korea Selatan, resmi hadir di Indonesia dengan mengusung filosofi Cleanical Beauty, yakni perpaduan antara Clinical Beauty dan Clean Beauty. Konsep ini menggabungkan formulasi berbasis riset klinis dengan penggunaan bahan yang aman, minim iritasi, dan sesuai untuk penggunaan jangka panjang.
Pestlo secara resmi diluncurkan pada 14 Februari 2026 di Space Available, Kemang, Jakarta Selatan. Acara ini turut dihadiri langsung oleh CEO Pestlo, Da Young Lee, bersama perwakilan media, influencer, komunitas kecantikan, serta Kreasi Kosmetika Indonesia selaku distributor resmi di Indonesia.
“Pestlo berkomitmen untuk berkontribusi pada pasar kecantikan Indonesia dengan menghadirkan produk berkualitas tinggi untuk perempuan dan laki-laki Indonesia, dengan mempertimbangkan iklim, gaya hidup, dan kebutuhan kulit yang sesuai,” ujar Lee seperti dikutip dari keterangan resminya, Senin (23/3/2026).