Angka kematian karena penyakit tuberkolosis (TBC) di Indonesia berada di fase yang memprihatinkan. Kementerian Kesehatan mencatat persentase kematian karena penyakit ini mencapai 136 ribu orang dalam setahun. Sementara sebaran penyakit ini menjangkiti sekitar  satu juta orang setiap tahunnya. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tingginya TBC di Indonesia bahkan membuat orang meninggal setiap lima menit di Indonesia. Kondisi ini menjadi perhatian khusus Kemenkes.

Baca Juga: Novo Nordisk dan Kemenkes Salurkan Donasi Insulin bagi Pasien Diabetes Pascabencana di Sumatera

"Jadi, setiap saya ngomong lima menit, yang meninggal dua di Indonesia karena penyakit tuberkolosis ini," kata Budi dalam rapat kerja di Komisi IX DPR dilansir Selasa (20/1/2026). 

Budi melanjutkan, angka TBC di Indonesia memang sudah fatal, bahkan saat ini Indonesia berada di urutan ke dua di dunia penderita TBC terbanyak. Budi mengatakan tinggi penyakit TBC bukan karena keterbatasan fasilitas kesehatan, dia mengatakan penyakit itu bisa disembuhkan, namun kesedaran masyarakat untuk memulai hidup sehat untuk menghindari penyakit mematikan itu disebutnya masih sangat minim. 

Bahkan ada beberapa kelompok masyarakat yang menganggap TBC sebagai salah satu penyakit yang bikin malu, hal ini yang membuat masyarakat enggan memeriksa kesehatannya 

"Orang malu kalau ketahuan penyakit tuberkolosis. Jadi screening-nya jelek," ujar Budi.

Saat menjadi Menkes pada 2020, lanjut dia, WHO menyebut jumlah pengidap TBC di Indonesia mencapai 824 ribu. Namun, data pemerintah hanya sebesar 48 ribu.

Saat ini, ujar Budi, angka pengidap TBC di Indonesia terus naik sejak 2022. Per Desember 2025, angkanya telah mencapai 860 ribu. Dia bilang, kenaikan angka tersebut bukan berarti buruk. Namun, data itu juga bisa dibaca pemerintah mulai memiliki data yang lebih akurat.

Baca Juga: Pesan Gunawan Tjokro ke Generasi Muda tentang Arti Menghormati Orang Tua

"Emang justru harus naik bapak ibu, supaya ketahuan lebih banyak, dan diobati lebih banyak. Karena selama ini enggak ketahuan aja," kata Budi.