Perkembangan teknologi dan artificial intelligence (AI) yang semakin masif dinilai membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di industri kreatif. Di tengah pesatnya transformasi digital tersebut, IdeaFest 2026 hadir mengusung tema “ReHumanize” yang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi dan perkembangan teknologi.

Tema tersebut diperkenalkan dalam acara kick-off dan konferensi pers IdeaFest 2026 yang digelar di CGV fX Sudirman, Rabu (13/5/2026).

Co-Chair IdeaFest, Desy Bachir, mengatakan perkembangan teknologi, termasuk AI, memang tidak dapat dihindari. Namun, menurutnya, nilai kemanusiaan tetap harus menjadi dasar dalam setiap proses kreatif dan inovasi.

Baca Juga: Dorong Literasi Keuangan yang Setara, Bank Saqu Perkenalkan Good Gesture di IdeaFest 2025

“Banyak hal yang bisa dilakukan teknologi, tapi lebih banyak lagi yang bisa dilakukan manusia dengan bantuan teknologi. Empati, intuisi, pemahaman budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan itu tidak bisa digantikan,” ujar Desy.

Ia menjelaskan, tema “ReHumanize” dipilih karena dalam beberapa tahun terakhir isu AI dan teknologi menjadi pembahasan utama di berbagai sektor. Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa perkembangan teknologi akan mengurangi peran manusia dalam industri kreatif maupun kehidupan sosial.

Menurut Desy, IdeaFest ingin mengingatkan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat bantu bagi manusia, bukan sebaliknya.

Baca Juga: IdeaFest 2025 Hidupkan Budaya Lewat Kreativitas

“Di balik semua inovasi dan perkembangan teknologi, tetap ada manusia yang menciptakan, menggunakan, dan merasakan dampaknya,” katanya.

IdeaFest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 4-6 September 2026 di Jakarta International Convention Center. Selain di Jakarta, IdeaFest juga akan kembali hadir di Surabaya.

Dalam konferensi pers tersebut, sejumlah pembicara dari berbagai industri turut membahas dampak AI dan digitalisasi terhadap kehidupan manusia dan industri kreatif.

SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, mengatakan teknologi pada dasarnya hadir untuk membantu kehidupan masyarakat.

Ia menilai AI tidak perlu ditakuti selama manusia mampu beradaptasi dan memanfaatkannya secara tepat.

“AI tidak akan pintar kalau tidak ada manusia di belakangnya. Teknologi dibuat untuk membantu hidup manusia jadi lebih baik,” ujar Ovidia.

Baca Juga: Gelaran 3 Hari Ideafest 2025 Hadirkan 500 Pembicara Nasional & Internasional

Ia juga menyinggung program “Sahabat AI” milik Indosat yang dikembangkan untuk memperluas akses teknologi AI bagi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam pengembangan AI di Indonesia bukan hanya teknologi, tetapi juga pemerataan akses serta pemahaman masyarakat terhadap fungsi AI itu sendiri.

Sementara itu, Founder dan CEO Haloka Group, Stephanie Regina, menilai kreativitas dan interaksi manusia tetap menjadi elemen penting dalam membangun sebuah brand.

Ia mengatakan AI memang membantu proses pengolahan data dan ide, tetapi keputusan kreatif tetap membutuhkan sentuhan manusia.

“Bisnis pada akhirnya hadir untuk menyelesaikan masalah manusia. Karena itu, penting untuk memahami kebutuhan dan keresahan konsumen secara langsung,” katanya.

Baca Juga: Sunrise Society Vol.3 Resmi Dibuka, Bank Saqu Hadirkan Gaya Hidup Aktif di IdeaFest 2025

Hal senada juga disampaikan Founder JKTGO, Ian Eryanto Wongso. Menurutnya, konten kreatif yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat akan lebih relevan dibanding sekadar mengejar viralitas.

Ia menilai algoritma media sosial kini mulai lebih memprioritaskan konten yang terasa personal dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Sekarang orang lebih suka konten yang terasa nyata dan manusiawi. Viral itu bonus, tapi dampak tetap yang paling penting,” ujarnya.

Sementara itu, Founder Kreatif Prom, Patrick Effendy, mengatakan AI memang dapat menggantikan sebagian pekerjaan manusia. Namun, menurutnya, hal tersebut terjadi bukan semata karena teknologi, melainkan karena manusia gagal beradaptasi.

“Bukan AI yang menggantikan manusia, tapi manusia yang tidak mau beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” katanya.

Melalui tema “ReHumanize”, IdeaFest 2026 ingin mengajak masyarakat, pelaku industri kreatif, hingga perusahaan teknologi untuk tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama di tengah perkembangan AI dan digitalisasi yang terus bergerak cepat.