Dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, masyarakat sering kali hanya fokus pada perawatan gigi. Padahal, ada bagian lain yang justru menjadi fondasi kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh, yakni gusi.

Merespons hal tersebut, Pepsodent menggelar Pepsodent GumExpert Lab di Atrium Mall Central Park pada tanggal 4-7 Juni 2026 sebagai inisiatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merawat gusi sebagai fondasi kesehatan gigi dan mulut. Dalam rangkaian Pepsodent GumExpert Lab, Pepsodent menggandeng Audy Dental untuk memberi edukasi yang lebih dekat kepada masyarakat.

Baca Juga: Pepsodent GumExpert Lab Gaungkan Pentingnya Investasi Kesehatan Gusi untuk Cegah Masalah Gigi dan Mulut

Dokter Gigi Spesialis Periodonsia dari Audy Dental, drg. Ines Augustina Sumbayak, Sp. Perio menjelaskan bahwa perawatan gusi masih sering terabaikan karena gejalanya muncul secara samar dan jarang menimbulkan rasa sakit, terutama di tahap awal atau biasa disebut dengan gingivitis.

Pada tahap awal ini, gejala yang umum dialami masyarakat ialah mengalami gusi berdarah saat sikat gigi. Sebagian masyarakat menganggap hal tersebut normal terjadi, padahal gusi berdarah bisa menjadi sinyal bahwa kesehatan gigi dan mulut sedang bermasalah.

"Masalah gigi dan mulut itu diawali dengan gejala yang ringan dan tidak sakit, seperti gusi berdarah. Jadi gusi berdarah itu sangat tidak normal karena gusi yang sehat itu warnanya pink, tidak bengkak," jelas drg. Ines dalam Pepsodent GumExpert Lab di Jakarta, Jumat (5/6/2026). 

Jika dibiarkan, lanjutnya, kondisi tersebut akan berkembang menjadi periodontitis, yakni peradangan gusi yang lebih parah dan bersifat irreversible. Di tahap ini, perawatannya biasanya jadi jauh lebih kompleks dan biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tanpa disadari pula, masalah gusi justru menjadi akar dari berbagai keluhan gigi dan mulut, seperti gigi sensitif, gigi goyang hingga tanggal, rasa sakit pada gigi saat mengunyah, napas tidak segar atau bau mulut, ataupun mulut yang tidak terasa nyaman karena mengalami pembengkakan.

"Peradangan gusi itu diawali dengan gusi berdarah atau gingivitis lalu tahap selanjutnya terjadi penurunan gusi, penurunan tulang penyangga gigi, gigi sensitif, gigi menjadi goyang,  sampai kemudian tanggal," ungkapnya lagi. 

Lebih jauh lagi, masalah gusi yang diabaikan juga akan berdampak serius bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan karena dapat meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti jantung, stroke, diabetes, infeksi pernapasan dan komplikasi kehamilan. 

“Untuk itu, menjaga kesehatan gusi harus lebih diprioritaskan dengan perawatan yang tepat, yaitu menyikat gigi setidaknya dua kali sehari selama dua menit menggunakan pasta gigi khusus untuk kesehatan gusi, serta kontrol rutin ke dokter gigi,” sambung drg. Ines.

Dalam kesempatan yang sama, Dion Wiyoko selaku Celebrity Dad juga ikut berbagi pengalaman dirinya dalam merawat kesehatan gigi. Ia mengamini bahwa merawat gigi selalu jadi salah satu prioritasku, tanpa benar-benar sadar bahwa ada gusi sebagai fondasi yang perannya nggak kalah penting. Apalagi gusi menjadi bagian yang jarang terlihat sehingga sering terabaikan.

"Tapi suatu hari saya mengalami masalah gusi, awalnya mulut terasa gak nyaman, dan ternyata gusiku sudah bengkak. Pastinya sangat mengganggu semua aktivitas, sampai akhirnya saya harus menjalani perawatan deep scaling. Sejak itu saya jadi lebih aware untuk memprioritaskan kesehatan gusi menggunakan pasta dan sikat gigi Pepsodent Gum Expert," kata Dion. 

Dion juga meyakini bahwa setiap orang ingin aging gracefully, bukan menolak tua, tetapi bagaimana dengan bertambah usia kita bisa lebih sehat dan happy. Hal itu bisa didukung dengan menjaga kesehatan gusi sedini mungkin. 

"Jadi saya ajak semua orang untuk merawat gusi mulai sekarang agar kita bisa menikmati hidup sampai tua nanti dengan gusi dan gigi yang sehat, kuat, dan lengkap," tutupnya.