Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) digadang-gadang menjadi salah satu sosok potensial yang bisa naik tahta menjadi Wakil Presiden jika Gibran Rakabuming Raka benar-benar diseret keluar istana.

Meski berpeluang menjadi Wapres, namun AHY tampak tak tertarik dengan isu tersebut, ia mengaku saat ini fokus membantu pemerintahan Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Baca Juga: Gibran Diputus Tak Punya Ijazah SMA, Loyalis Jokowi: MK Bukan Lembaga Suci yang Steril Korupsi

“Saya sih hanya ingin terus fokus pada ruang lingkup pekerjaan dalam pemerintahan ini karena tugas kita juga membutuhkan waktu, pikiran, dan tenaga yang juga tidak sederhana,” kata AHY dilansir Kamis (8/10/2026).

Menurut AHY, perhatian pemerintah semestinya tetap diarahkan pada pembangunan. Ia menegaskan dirinya ingin memastikan sektor infrastruktur dan pengembangan wilayah terus berjalan.

"Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah juga terus terjadi. Intinya, kita ikuti dan kita hormati semua," ujarnya.

Adapun Nama Pangeran Cikeas ini mengemuka bersama sejumlah nama lain seperti Mayor Teddy Indra Wijaya hingga Puan Maharani saat perkara pencalonan Gibran di Pilpres 2024 bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK).

Saat ini MK telah memutus Gibran terbukti tak punya ijazah SMA/SLTA atau sederajat. Putusan itu menegaskan bahwa proses pencalonan Gibran cacat prosedur. Nasib Gibran kini berada ditangan DPR yang bisa saja menindaklanjuti putusan tersebut dan mendorong pemakzulan.

Baca Juga: Gibran Cuma Lulusan SMP, Saatnya Rakyat Bersatu Membersihkan Daki Bangsa Warisan Jokowi Lewat Pemakzulan!

“Kita ikuti saja. Kita hormati setiap keputusan yang telah dihadirkan oleh Mahkamah Konstitusi,” pungkas AHY.