Selain membangun cerita yang kuat, Damar juga memberikan perhatian khusus pada chemistry para pemain. Film ini mempertemukan aktor-aktor senior dengan sejumlah pendatang baru, sehingga diperlukan ruang bagi mereka untuk saling mengenal dan membangun interaksi yang meyakinkan di depan kamera.

Dalam proses persiapan, ia tidak hanya mengandalkan pembacaan naskah. Damar memilih membuka ruang interaksi yang lebih cair agar para pemain dapat berbincang, merespons satu sama lain secara spontan, dan membangun kedekatan sebelum proses produksi berlangsung.

“Dalam proses persiapan, saya membuka ruang yang terbuka, tidak hanya sekadar membaca naskah. Setiap aktor dibiarkan ngobrol supaya muncul reaksi yang natural,” katanya.

Menurut Damar, para pemain yang terlibat memiliki kemampuan yang sangat baik. Karena itu, ia memberikan kesempatan kepada mereka untuk berbaur secara alami tanpa terlalu banyak membatasi interaksi sejak awal.

Pendekatan tersebut kemudian memunculkan kedekatan dan dinamika kelompok yang berkembang dengan sendirinya. Ia bahkan melihat terbentuknya kelompok-kelompok pertemanan di antara para pemain, mulai dari kelompok yang bercanda dengan gaya senioritas hingga interaksi yang menyerupai hubungan antarkaryawan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Damar, kedekatan semacam itu menjadi modal penting untuk menghadirkan hubungan antarkarakter yang terasa hidup. Dikatakannya, ketika para pemain mampu membangun kenyamanan satu sama lain, interaksi di layar diharapkan tidak terlihat dibuat-buat.

Menariknya, gagasan tentang perbedaan juga menjadi salah satu elemen yang ingin ia tonjolkan dalam film ini. Damar menyoroti bagaimana sebuah keluarga tidak selalu harus terlihat serupa, baik dari segi karakter maupun penampilan, untuk dapat membangun kebersamaan.

Ia pun menceritakan pengamatannya terhadap para pemain yang memerankan keluarga dalam film tersebut. Pada awalnya, ia melihat mereka tidak memiliki kemiripan yang kuat. Namun, semakin memperhatikan mereka, justru semakin terlihat bahwa perbedaan itu dapat menjadi sumber kelucuan sekaligus bagian dari identitas cerita.

Pengalaman tersebut pun membantunya menemukan gagasan yang merangkum pesan utama film Kembar Tak Sama, yakni kebersamaan tidak harus mensyaratkan keseragaman.

“Tidak perlu sama untuk melangkah bersama, dan tidak perlu sempurna untuk disebut sebagai keluarga,” pungkas Damar.

Baca Juga: Endy Arfian Ungkap Tantangan Perankan Dua Karakter Sekaligus di Film 'Kembar Tak Sama'