Federal Express Corporation (FedEx) memperkuat layanan digital untuk pengiriman impor melalui peningkatan kapabilitas FedEx Import Tool. Pembaruan ini mencakup integrasi fitur pembayaran bea masuk dan pajak serta perluasan ketersediaan layanan ke sembilan pasar di Asia Pasifik.

Melalui platform ini, para importir dapat mengelola berbagai tahapan proses kepabeanan dalam satu platform digital, mulai dari pengiriman dokumen, pemantauan proses kepabeanan dan status pengiriman, hingga pembayaran bea masuk dan pajak. Integrasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi potensi keterlambatan dalam proses kepabeanan sekaligus memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap status pengiriman impor.

Baca Juga: FedEx Panda Express Sukses Terbangkan Dua Panda Raksasa dari Tiongkok ke Amerika Serikat

Volume perdagangan impor ke kawasan Asia Pasifik meningkat sekitar 15% secara tahunan pada kuartal I 2026. Di saat yang sama, lebih dari sepertiga perusahaan di kawasan tersebut menjalankan beberapa jalur rantai pasok secara bersamaan untuk mengurangi risiko gangguan operasional.

Dalam proses impor, ketidaklengkapan dokumen, informasi, maupun pembayaran dapat menghambat penyelesaian proses kepabeanan dan memperlambat pengeluaran barang. FedEx Import Tool dirancang untuk membantu importir mengantisipasi kebutuhan tersebut melalui proses digital yang lebih terintegrasi sehingga pelanggan dapat memantau perkembangan pengiriman dan menindaklanjuti persyaratan yang diperlukan secara tepat waktu.

FedEx Import Tool kini tersedia bagi pelanggan di sembilan pasar Asia Pasifik, meliputi Indonesia, Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Adapun fitur utama FedEx Import Tool meliputi:

  • Akses daring yang fleksibel untuk mengelola kebutuhan kepabeanan, baik bagi pemegang akun FedEx maupun penerima kiriman tanpa akun;
  • Pelacakan real-time untuk memantau status pengiriman dan proses kepabeanan;
  • Notifikasi otomatis melalui SMS, email, atau media sosial terkait persyaratan dan tindakan lanjutan yang perlu dipenuhi;
  • Pengelolaan dokumen digital untuk menyederhanakan administrasi dan mengurangi penanganan dokumen secara manual;
  • Pembayaran terintegrasi melalui kartu kredit, dompet digital, atau transfer bank tanpa perlu masuk ke akun;
  • Unduh dokumen sesuai kebutuhan untuk mempermudah pengarsipan dan mendukung pemenuhan persyaratan kepatuhan.

“Pelaku usaha saat ini menghadapi kompleksitas yang semakin tinggi dalam memenuhi regulasi kepabeanan, persyaratan dokumentasi, dan prosedur impor di berbagai pasar,” ujar Salil Chari, Presiden untuk kawasan Asia Pasifik, FedEx, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/10/2026).

"Seiring dengan terus berkembangnya berbagai persyaratan tersebut, pelanggan membutuhkan solusi yang lebih sederhana dan transparan untuk mengelola proses kepabeanan impor. FedEx Import Tool yang telah ditingkatkan memberikan visibilitas dan kendali yang lebih baik di setiap tahapan proses impor, sehingga membantu pelaku usaha menjalankan perdagangan lintas negara dengan lebih percaya diri," tambahnya.

FedEx Import Tool merupakan bagian dari rangkaian solusi digital FedEx yang bertujuan menyederhanakan proses pengiriman internasional dan kepabeanan bagi importir maupun eksportir. FedEx juga menyediakan FedEx Ship Manager™, solusi digital yang membantu usaha kecil (UMKM) mengelola pengiriman secara lebih efisien. Platform ini kini dilengkapi dengan fitur berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang terintegrasi untuk membantu meningkatkan akurasi dokumentasi dan mendukung kelancaran proses kepabeanan.

Selain itu, FedEx terus mengembangkan kapabilitas digitalnya melalui Customs AI, chatbot berbasis AI yang membantu pelanggan menyusun deskripsi produk secara lebih akurat, serta Harmonized Tariff Schedule (HTS) Code Lookup. Fitur yang memanfaatkan teknologi machine learning ini membantu pelanggan mengidentifikasi klasifikasi tarif yang sesuai dan mengurangi risiko kesalahan dokumentasi yang berpotensi menyebabkan keterlambatan pengiriman.