Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti mengatakan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sengaja dikurung di dalam istana oleh Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara kerap mengabaikan kehadiran Gibran sebagai wakilnya dengan tidak melibatkan putra sulung Joko Widodo (Jokowi) itu dalam berbagai agenda penting. 

Menurutnya, Presiden Prabowo sengaja tidak memberi job desk yang jelas kepada Gibran sehingga peran yang bersangkutan sebagai salah satu pejabat penting di negara ini justru sangat minimal. 

Baca Juga: OC Kaligis Soal Ijazah SMA Gibran: Sampai Kiamat pun Rakyat Nggak Bakal Menemukannya

"Bahkan kita melihat sendiri melalui rekaman-rekaman dan melalui siaran langsung dalam beberapa rapat kabinet, ia tidak diikut sertakan. Jadi sebenarnya kita juga kurang jelas apa perannya. Jadi kalau saya sih melihat memang sangat minimal ya," kata Bivitri dilansir Olenka.id Selasa (20/10/2026).

Menurut Bivitri peran Gibran sebagai Wapres sengaja dipangkas seminimal mungkin, ini bukan karena pertimbangan teknis, namun hal itu telah dihitung matang-matang oleh Prabowo untuk tidak memberi panggung kepada Gibran. 

“Dalam sistem presidensialisme murni, seorang wakil presiden selalu dilibatkan secara organik dan diberikan portofolio peran yang spesifik oleh presidennya,” tegasnya. 

Bivitri kemudian membandingkan peran Gibran dengan sejumlah wakil presiden terdahulu seperti Jusuf Kalla (JK) saat menjadi wakil presiden pendamping Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004-2009. Pada periode tersebut SBY memberi mandat dan tugas yang sangat jelas buat JK, tak main-main JK bahkan dipercayakan mengemban sederet tugas berat seperti penanganan bencana dan negosiasi politik baik di dalam dan di luar negeri. 

"Wakil Presiden Jusuf Kalla diberi banyak peran, antara lain dalam negosiasi konflik dan penanganan bencana," ujarnya. 

Tak hanya kepada JK, saat berdampingan dengan Boediono pada 2009-2014, SBY kembali menunjukan kepercayaannya kepada wakil presiden, dimana Boediono dipercayakan mengemban sejumlah tugas di dalam pemerintahan. 

Baca Juga: Nggak Punya Job Desk yang Jelas dari Prabowo, Gibran Sengaja Dibiarkan Jalan Tanpa Arahan

"Pak Boediono juga demikian, ada peran tertentu untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Dulu kan ada penilaian untuk kementerian-kementerian dan seterusnya. Jadi ada peran-peran tertentu yang bisa diberikan kepada wakil presiden," pungkasnya.