Growthmates, berolahraga di pusat kebugaran atau gym pada malam hari menjadi pilihan bagi sebagian orang yang memiliki jadwal padat. Bahkan, tak sedikit yang baru sempat berlatih hingga tengah malam atau lewat pukul 00.00.
Namun, apakah kebiasaan tersebut baik bagi metabolisme dan pemulihan tubuh?
Dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi atau yang dikenal sebagai Dokter Tirta menilai, olahraga pada tengah malam bukan pilihan ideal bagi kebanyakan orang.
Pasalnya, malam hari merupakan waktu yang umumnya digunakan tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri setelah beraktivitas seharian.
“Dibilang enggak bagus, kurang bagus. Fact. Kurang bagus. Malam itu saat tubuh beristirahat dan untuk recovery. Jangan didebat lagi itu,” ungkap Dokter Tirta, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribadinya dr.tirta, Rabu (7/10/2026).
Meski demikian, Dokter Tirta memahami bahwa tidak semua orang memiliki keleluasaan untuk berolahraga pada pagi, siang, atau sore hari.
Kesibukan pekerjaan hingga tuntutan profesi yang mengharuskan seseorang bekerja pada malam hari bisa membuat waktu tersebut menjadi satu-satunya kesempatan untuk berolahraga.
Menurut Dokter Tirta, manusia memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan pola aktivitasnya. Karena itu, orang yang bekerja dengan sistem sif malam mungkin memiliki jadwal olahraga yang berbeda dibandingkan mereka yang bekerja pada jam normal.
“Kalau tubuhmu sudah adaptasi, ya your choice. Karena ingat, walaupun tubuh kita itu recover saat malam, manusia itu adalah makhluk yang paling bisa beradaptasi dengan kondisi sekitarnya,” jelasnya.
Kendati demikian, berolahraga pada tengah malam tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan istirahat dan pemulihan tubuh.
Baca Juga: Dokter Tirta Ungkap Dampak Jangka Panjang Polusi Udara Akibat Karhutla