Jika sudah terbiasa dengan jalan santai dan jalan cepat, latihan dapat ditingkatkan kembali dengan berjalan di tanjakan. Pada treadmill, hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan fitur incline untuk menaikkan kemiringan permukaan berjalan.

“Ketika sudah biasa jalan santai dan diiringi dengan jalan cepat, tingkatkan menjadi jalan mendaki. Gunakan fitur incline untuk meninggikan alat treadmillmu. Ini bisa memberikan beban tambahan bagi tubuh dan jantung,” kata dr. Bobby.

Meski demikian, peningkatan intensitas latihan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing individu. Selama berolahraga, masyarakat dianjurkan memantau kondisi tubuh dan memastikan aktivitas tetap terasa nyaman. Napas yang sedikit terengah-engah dapat terjadi ketika intensitas latihan meningkat, tetapi keluhan yang tidak biasa atau mengganggu tidak boleh diabaikan.

Lebih jauh, dr. Bobby menekankan bahwa konsistensi merupakan salah satu kunci untuk memperoleh manfaat aktivitas fisik. Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung melakukan latihan berat.

Menurutnya, memulai dari jalan santai selama 30 menit, kemudian meningkatkan intensitas secara bertahap, dapat menjadi langkah awal untuk membangun rutinitas olahraga.

“Selama tidak ada keluhan yang mengganggu, jalan kaki 30 menit sehari sangat besar manfaatnya. Pastikan kalian melakukannya secara rutin,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan jantung membutuhkan usaha yang dilakukan secara konsisten. Kebiasaan bergerak aktif dapat menjadi bagian dari upaya merawat kesehatan dalam jangka panjang.

“Karena jantung yang sehat itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diusahakan dan diikhtiarkan. Tetap semangat untuk gaya hidup aktif,” pungkas dr. Bobby.

Baca Juga: Sering Ngos-ngosan dan Kaki Bengkak? Waspadai Dampak Obesitas pada Jantung