Agung mengatakan, digital hoarding juga berkaitan dengan kecemasan atau anxiety, fear of missing out (FOMO), serta kebutuhan untuk mendapatkan rasa aman melalui kepemilikan informasi. Seseorang dapat merasa khawatir apabila sebuah file dihapus, meskipun pada saat yang sama justru merasa kewalahan karena terlalu banyak data yang tersimpan.

“Seseorang merasa cemas kalau tidak menyimpan, tetapi juga merasa kewalahan karena terlalu banyak menyimpan. Di sinilah muncul lingkaran psikologis yang sulit diputus,” jelasnya.

Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kondisi psikologis, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap produktivitas. Data yang menumpuk tanpa pengorganisasian yang baik dapat membuat seseorang menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari file yang sebenarnya dibutuhkan.

Terlalu banyak informasi yang tersimpan juga dapat meningkatkan risiko information overload, yakni kondisi ketika banyaknya informasi justru membuat seseorang kesulitan menentukan data mana yang relevan dan harus diprioritaskan.

Untuk membangun kebiasaan digital yang lebih sehat, Agung menyarankan masyarakat mulai menyadari alasan di balik keputusan menyimpan sebuah file. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menyediakan waktu sekitar 10–15 menit setiap minggu untuk memilah data digital.

Masyarakat juga dapat membuat kriteria sederhana sebelum menyimpan sebuah file, misalnya dengan mempertimbangkan apakah data tersebut masih memiliki fungsi, nilai kenangan, atau kemungkinan benar-benar dibutuhkan di kemudian hari. Dengan begitu, keputusan menyimpan tidak semata-mata didasarkan pada rasa cemas atau kekhawatiran akan kehilangan sesuatu.

“Kekuatan sebuah kenangan tidak ditentukan oleh apakah file-nya masih ada di ponsel kita atau tidak. Yang lebih penting adalah membangun hubungan yang lebih sadar dengan informasi digital kita, tahu apa yang kita simpan, mengapa kita menyimpannya, dan berani melepaskan apa yang sudah tidak lagi kita butuhkan,” pungkasnya.

Baca Juga: Journaling Dianggap Lebay? Dokter Jelaskan Manfaatnya untuk Kesehatan Mental