Akademisi Ali Syarief menyoroti upaya pemberantasan korupsi di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut hanya ada satu sosok di Kabinet Merah Putih yang dinilainya mampu memberantas korupsi dengan cepat.
Sosok yang dimaksud Ali adalah Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah. Namun, menurut Ali, politikus Partai Gelora tersebut justru tidak mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas tersebut.
"Tokoh yang ada dalam jajaran regime Prabowo, yang bisa dengan sekejap memberantas korupsi adalah hanya @Fahrihamzah. Sayang dia tidak mendapat kepercayaan untuk Itu. Atau tidak dipercaya? Wallahu alam," tulis Ali melalui akun X pribadinya, dikutip Rabu (30/9/2026).
Pernyataan Ali tersebut muncul di tengah penegasan Presiden Prabowo mengenai komitmennya dalam pemberantasan korupsi. Prabowo sebelumnya mengatakan proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap orang-orang yang memiliki kedekatan dengannya.
Baca Juga: Perbedaan Pandangan Prabowo-Gibran Soal MBG Mulai Kelihatan, Beneran Bakal Pecah Kongsi?
Prabowo bahkan mencontohkan penanganan hukum terhadap Dadan Hindayana, yang sebelumnya merupakan anggota tim sukses dan tim pakarnya. Dadan kemudian diangkat Prabowo sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
"Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat (jadi) Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan," kata Prabowo dalam wawancara program Prabowo Menjawab.
Prabowo juga menyinggung penyitaan aset dalam sengketa lahan Hotel Sultan yang dikelola Pontjo Sutowo. Ia mengakui Pontjo merupakan kawannya, tetapi menegaskan kedekatan personal tidak boleh menghalangi proses penegakan hukum.
"Berapa banyak yang sudah saya serahkan, dan berapa banyak aset yang kita sita? Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo itu dianggap tokoh dan memang kawan saya juga. Tapi saya nggak ada kawan, ini negara," ucapnya.
Baca Juga: Jokowi Menabuh Genderang Perang, Prabowo Ditantang di Sarang Garuda Merah
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari penjelasan Prabowo mengenai sikap pemerintah dalam menangani dugaan tindak pidana korupsi maupun persoalan hukum lainnya.
Sementara itu, Ali Syarief dalam unggahannya tidak menjelaskan secara rinci alasan Fahri Hamzah dinilainya sebagai sosok yang mampu memberantas korupsi dengan cepat. Ia juga mempertanyakan apakah Fahri memang tidak dipercaya untuk menjalankan peran tersebut.