Guru Besar dan Dosen Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya Henri Subiakto mengatakan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, 6 Oktober 2026 yang menyatakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tak punya ijazah SMA/SLTA atau sederajat bakal melemahkan posisi politik Gibran dan dinasti Joko Widodo (Jokowi).
Sebaliknya, putusan tersebut, membuat posisi bikin posisi Presiden Prabowo Subianto semakin perkasa, Prabowo yang sebelumnya tampak lembah di hadapan Jokowi kini justru menjadi pihak yang memegang kendali penuh, sebab saat ini nasib Gibran tergantung pada kemurahan hatinya, jika ia ingin Gibran diselesaikan, maka Prabowo tinggal memerintah orang-orang kepercayaannya di DPR untuk menindaklanjuti putusan MK itu agara Gibran segera dimakzulkan.
“Kedepannya tergantung kekuatan politik yang menguasahi parlemen. Tergantung kemauan dan dinamika politik di DPR dan MPR. Mau diteruskan atau tidaknya proses itu sangat tergantung dari kehendak politik Presiden Prabowo bersama para ketua partai koalisi. Sekarang bolanya ada di pak Prabowo,” kata Henri dalam sebuah opini berjudul ‘Pasca Putusan MK Nasib Gibran Ditentukan Politik Odyssey Prabowo dilansir Olenka.id dari akun X pribadinya Rabu (7/10/2026).
Seluruh kekuatan Jokowi yang sebelumnya bertahan di pemerintahan Prabowo sebelumnya telah dilucuti satu per satu lewat reshuffle kabinet yang berlangsung beberapa hari lalu, kondisi ini bikin kubu Jokowi terisolasi dan tak sanggup melakukan perlawan terhadap Prabowo. Dengan kata lain putusan MK menjadi alat sandera paling efektif bagi Prabowo.
“Dilihat dari manuver politiknya pasca reshuffle yang menggeser elit kepercayaan tinggalan Jokowi, itu menunjukkan dia sekarang memegang peran sentral sebagai satu satunya penguasa yang menentukan dan mengendalikan kontrol terhadap arah jalannya politik dan hukum di negeri ini,” tegas Henri.
Menggeser kekuatan Jokowi di pemerintahan dilanjutkan dengan putusan MK terkait ijazah Gibran, Prabowo kini benar-benar menunjukan jati dirinya. Lewat cara-cara ini Prabowo sedang menegaskan bahwa dirinya tidak bisa dikte Jokowi, ia menolak untuk tunduk pada kekuatan lain.
“Prabowolah yang menentukan bagaimana nasib Gibran dan Dinasti Jokowi ke depan. Selama dua tahun menjabat presiden bersama kekuatan politik pendukungnya, telah berhasil melakukan konsolidasi yang mengukuhkan kekuasaanya,” tegas Henri.
Baca Juga: Bangsa Ini Akhirnya Tahu Secara Sah dan Meyakinkan Bahwa Gibran Bohong Soal Ijazahnya
“Sekaligus secara tidak langsung melemahkan struktur kekuasaan yang dibangun Jokowi. Prabowo yang sebelumnya terkesan lemah di hadapan Jokowi, belakangan tampil bak tokoh Odyssey dalam mitologi Kuda Troya. Ia berani menunjukkan jati diri setelah benar benar pegang kendali sebagai penguasa negeri ini,” tambahnya memungkasi.