Untuk memastikan konsistensi tersebut, MyClinic telah memberikan pelatihan kepada tenaga medis dan staf, sekaligus menyiapkan sistem pendukung yang diperlukan dalam menjalankan prosedur perawatan.

“Seluruh pelatihan sudah diberikan kepada dokter dan staf. Kami juga telah menyiapkan sistem pendukung yang diperlukan agar mereka dapat menerapkan kebijakan perawatan yang sama seperti yang telah kami jalankan selama 12–13 tahun di Malaysia. Itulah salah satu hal yang membedakan MyClinic,” tuturnya.

Selain teknologi dan standar pelayanan, kata Dr. Hoe, MyClinic juga mengedepankan pendekatan doctor-led, personalised care, yakni perawatan yang dipimpin dokter dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.

Pendekatan ini diterapkan melalui The MyClinic Method, yang menempatkan konsultasi dan asesmen dokter sebagai tahapan penting sebelum tindakan dilakukan.

Dengan metode tersebut, dokter terlebih dahulu mengevaluasi kondisi kulit, kebutuhan, serta tujuan perawatan pasien untuk menentukan tindakan yang sesuai. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pasien memperoleh hasil yang natural tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kondisi individual.

Di sisi lain, kata Dr. Hoe, kehadiran MyClinic di Jakarta juga membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses layanan estetika tanpa harus selalu bepergian ke luar negeri. Malaysia selama ini menjadi salah satu tujuan pasien Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Mengutip Antara News, lebih dari 970.000 pasien Indonesia tercatat melakukan perjalanan ke Malaysia untuk memperoleh layanan kesehatan sepanjang 2025.

MyClinic turut menawarkan harga yang diklaim kompetitif dibandingkan sejumlah klinik di Malaysia. Ke depan, Dr. Hoe berharap klinik di Jakarta dapat menjangkau lebih banyak pasien, baik dari berbagai wilayah ibu kota maupun kota lain di Indonesia.

“Kami berharap bisa mengembangkan klinik ini dan memberikan layanan kepada lebih banyak pasien, bukan hanya dari Jakarta Selatan, tetapi juga dari wilayah Jakarta lainnya, Bandung, Surabaya, dan berbagai daerah lain,” pungkasnya.

Baca Juga: Perjalanan Bisnis Klinik Kecantikan ERHA yang Bertahan Lebih dari 25 Tahun