Danantara Indonesia menyelenggarakan Rapat Koordinasi Transformasi Digital BUMN untuk mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia melalui percepatan transformasi digital di lingkungan BUMN. Transformasi digital di tubuh BUMN diarahkan untuk memperkuat kedaulatan digital nasional serta mendorong industrialisasi produk digital Indonesia.
Rapat dipimpin oleh Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, dan dihadiri oleh sekitar 60 perusahaan holding utama BUMN dari berbagai sektor strategis. Transformasi digital yang didorong Danantara Indonesia mencakup penguatan yang menyeluruh pada model bisnis, pengalaman pelanggan, model operasi, infrastruktur teknologi, serta governansi dan pemanfaatan data.
Baca Juga: Sinergi Antar BUMN, Peruri Dorong Program TJSL Keberlanjutan di Raja Ampat
Melalui konsolidasi dan integrasi platform dan teknologi, serta pemanfaatan kapabilitas bersama, transformasi digital BUMN juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antar BUMN. Pada area tertentu yang memiliki tingkat duplikasi tinggi, seperti belanja teknologi, infrastruktur digital, lisensi, dan layanan bersama, terjadinya sinergi akan berpotensi menghasilkan efisiensi dengan estimasi awal mencapai 25–40%, bergantung pada karakteristik dan kesiapan masing-masing BUMN.
Dalam Rapat Koordinasi ini, Sigit Puji Santosa, Chief Technology Officer Danantara Indonesia, menegaskan pentingnya pendekatan transformasi digital yang terkoordinasi di seluruh ekosistem BUMN. “Danantara Indonesia memiliki peran sentral untuk menyelaraskan arah, platform, talenta, dan tata kelola agar setiap inisiatif digital di BUMN tidak berjalan secara terpisah, melainkan mampu menghasilkan efisiensi, peningkatan kinerja, serta nilai tambah kolektif bagi negara. Penyelarasan tersebut menjadi fondasi penting bagi penguatan daya saing BUMN di tengah perubahan teknologi dan dinamika industri yang semakin cepat," tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Danantara Indonesia juga menilai pesatnya perkembangan teknologi, terutama di bidang Artificial Intelligence (AI), Advanced Analytics, Post-Quantum Readiness, dan keamanan siber menuntut kesiapan BUMN untuk beradaptasi secepatnya. Forum ini menjadi langkah awal dalam menyusun arah dan proses adopsi frontier technologies (teknologi masa depan) sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, serta penciptaan inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital juga menjadi agenda utama pertemuan, mengingat Indonesia membutuhkan tambahan sekitar 600.000 talenta digital per tahun hingga 2030 (Komdigi, 2025). Menggunakan model “Triple Helix”, Danantara Indonesia terus berusaha memperkuat sinergi antara industri, pemerintah, dan akademisi dalam usaha mempercepat pengembangan talenta, riset, dan komersialisasi inovasi nasional.
Selain topik di atas, Danantara Indonesia juga mendorong pengembangan teknologi strategis dalam negeri seperti sovereign AI, sovereign cloud, dan teknologi masa depan lainnya untuk memperkuat kapabilitas nasional. Pengembangan teknologi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kinerja ekosistem BUMN, tetapi secara menyeluruh juga memperkuat “Indonesia Inc.”, melalui peningkatan kolaborasi antara Danantara Indonesia dan ekosistem BUMN didalamnya, pemerintah, akademisi, dan pelaku industri lainnya.
Transformasi digital akan dijalankan secara bertahap, dimulai dari pengukuran kesiapan digital seluruh BUMN serta pembangunan fondasi kolaborasi dalam enam bulan pertama. Proses ini akan dilanjutkan dengan penerapan roadmap digital terintegrasi melalui Danantara Digital Transformation Task Force sebagai mekanisme tata kelola bersama, mulai dari level Danantara Indonesia hingga seluruh BUMN.