Menteri Badan Usaha Milik Negara periode 2011–2014, Dahlan Iskan, pernah membagikan kisah tentang etos kerjanya saat masih memimpin Jawa Pos. Ia mengaku memiliki ritme kerja yang sangat padat, menghabiskan waktu hingga belasan jam setiap hari untuk bekerja.
Pola kerja tersebut dijalaninya secara konsisten selama hampir 10 tahun, nyaris tanpa hari libur. Dahlan Iskan pun mengakui bahwa masa itu menjadi fase yang sangat melelahkan, baik secara fisik maupun batin.
Baca Juga: Dari Ribuan Jadi 300, Prabowo Fix Bakal Kurangi Jumlah BUMN
“Ketika umur 28 sampai umur 38, itu saya bekerja lebih dari 16 jam satu hari, tidur hanya 3-4 jam, selama 10 tahun terus-menerus, tidak ada hari Sabtu, tidak ada hari Minggu, dan banyak orang sudah lupa awal-awal waktu (saya) menjadi pengusaha,” ujar Dahlan Iskan seperti Olenka kutip, Minggu (26/1/2026).
Sepuluh tahun pertama, ia merasakan perjuangan yang tak jauh berbeda dengan para pengusaha kecil, penuh kesulitan dan serba kekurangan. Namun baginya, masa-masa sengsara itu memang harus dilalui lebih dulu.
Dahlan pun mengibaratkannya seperti judul film Sengsara Membawa Nikmat, bersusah-susah di awal agar bisa menikmati hasilnya kemudian, bukan sebaliknya.
Berkat konsistensi dan etos kerjanya tersebut, Dahlan kemudian mendapat kepercayaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero).
Baca Juga: BP-BUMN Berikan Dukungan untuk Transformasi PERURI
Tak lama berselang, ia kembali dipercaya mengemban tanggung jawab yang lebih besar sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk periode 2011-2014.
“Kemudian Bapak Presiden minta saya menjadi dirut PLN, saya menolak, tetapi beliau minta betul saya untuk menjadi dirut PLN, saya hanya mau 3 tahun, tidak mau 5 tahun. Tapi belum 2 tahun Bapak Presiden sudah minta saya menjadi Menteri, dan saya sebetulnya juga tidak mau, tapi beliau bilang harus jadi Menteri, begitulah,” imbuhnya.