Di luar ketersediaan model eksklusif, Gary menegaskan bahwa kelengkapan dokumen dan dukungan purnajual menjadi pembeda GEMA Motorcars dari showroom mobil premium lainnya. Ia mengatakan perusahaan memberikan jaminan bahwa kendaraan yang dijual memiliki dokumen resmi dan lengkap, termasuk BPKB, STNK, serta dokumen pendukung lainnya.
Menurut Gary, proses pengurusan dokumen kendaraan impor dapat memerlukan waktu sekitar tiga hingga enam bulan, bergantung pada proses yang harus dilalui. Karena itu, kepastian legalitas menjadi salah satu hal yang diperhatikan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.
“Kalau di GEMA, kita 100 persen menjamin surat-surat kita lengkap dan resmi,” tegasnya.
GEMA Motorcars juga menjalin kerja sama dengan bengkel resmi dan pihak terkait untuk memastikan konsumen tetap memiliki akses terhadap layanan perawatan dan garansi. Kerja sama tersebut mencakup kendaraan dari merek seperti Mercedes-Benz dan Porsche, termasuk unit impor yang tidak dibeli langsung melalui jaringan distributor resmi di Indonesia.
Gary menilai, dukungan purnajual merupakan aspek penting, terutama untuk kendaraan premium yang membutuhkan penanganan khusus. Dengan menggandeng bengkel resmi, konsumen dapat memperoleh layanan perawatan dan, sesuai ketentuan yang berlaku, opsi garansi tanpa harus bergantung pada bengkel internal showroom.
“Kalau beli di GEMA, tidak usah pusing mengenai servis atau garansi. Kita sudah bekerja sama dengan bengkel resmi. Jadi, ketika konsumen mau servis, kita bisa bantu mengarahkan ke jaringan yang tepat,” jelasnya.
Ia melanjutkan, keputusan untuk menggandeng bengkel resmi juga menjadi langkah untuk menjaga kualitas layanan sekaligus meminimalkan risiko dalam menangani teknologi kendaraan yang semakin kompleks, termasuk mobil hybrid.
GEMA Motorcars sendiri telah memasukkan sejumlah model hybrid ke dalam portofolionya, di antaranya Lamborghini Revuelto dan Mercedes-Benz G63 generasi terbaru yang menggunakan teknologi elektrifikasi. Namun, Gary menegaskan bahwa perusahaan tetap mempertimbangkan kesiapan layanan perawatan sebelum membawa lebih banyak model dengan teknologi tersebut ke Indonesia.
“Kita tidak mau ambil risiko. Mesin-mesin hybrid ini ada kalanya membutuhkan perawatan dan sebagainya. Karena itu, kita menggandeng bengkel-bengkel resmi untuk mendukung kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Dalam hal pengadaan kendaraan, GEMA Motorcars melakukan pencarian unit dari berbagai negara, termasuk Hong Kong, Jepang, Australia, dan Inggris, dengan mempertimbangkan ketersediaan kendaraan bersetir kanan serta persyaratan impor yang berlaku.
Gary menjelaskan, proses mendatangkan mobil baru dari luar negeri umumnya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Durasi tersebut mencakup perjalanan internasional, proses kepabeanan, pemeriksaan, dan pengurusan perizinan.
“Biasa, mendatangkan mobil baru itu sekitar tiga bulan. Perjalanan dari luar negeri ke sini saja sudah sekitar 70 sampai 90 hari. Setelah itu, kita masih harus melakukan clearance, pemeriksaan, dan mengurus izin,” katanya.
Pasar GEMA Motorcars pun tidak terbatas di Jakarta. Gary menyebut perusahaan telah melayani konsumen dari berbagai daerah, termasuk Surabaya, Magelang, Jawa Timur, hingga Kalimantan. Menurutnya, jangkauan tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap kendaraan premium datang dari beragam wilayah di Indonesia.
Ke depan, selain memperkuat portofolio kendaraan baru, GEMA Motorcars akan terus mengembangkan layanan dan jaringan pendukungnya. Gary juga membuka kemungkinan membangun kembali komunitas otomotif yang dapat menjadi wadah bagi para pemilik mobil premium untuk saling terhubung.
Baca Juga: GEMA Motorcars Perkuat Ekosistem Jual Beli Mobil Premium dan Sports Car di Indonesia