GEMA Motorcars menghadirkan pendekatan berbeda dalam menjual mobil premium dengan mengutamakan komunikasi langsung, pengalaman berkendara, dan layanan personal kepada pelanggan.

Showroom yang dikenal dengan spesialisasi mobil premium ini memilih menangani calon pembeli langsung melalui kedua pendirinya, tanpa tenaga sales khusus, agar proses negosiasi lebih cepat dan hubungan dengan konsumen terasa lebih dekat.

Co-Founder GEMA Motorcars, Hengky Dans, mengataka, model tersebut memungkinkan calon pembeli berkomunikasi langsung dengan pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan, termasuk dalam pembahasan harga. Dengan begitu, pelanggan tidak perlu melewati beberapa lapisan komunikasi untuk mendapatkan kepastian penawaran.

“Di sini sebenarnya kita enggak punya sales. Sejauh ini, murni kita berdua yang menangani penjualan di Indonesia,” ungkap Hengky, saat sesi Exclusive Media Briefing di GEMA Motorcars, PIK 2, Tangerang, Jumat (9/10/2026).

Hengky mengakui, komunikasi langsung menjadi salah satu keunggulan GEMA Motorcars karena dapat mempercepat pengambilan keputusan, terutama ketika calon pembeli sudah siap melakukan transaksi.

Pihaknya dapat segera menghitung biaya kendaraan dan mendiskusikan harga yang sesuai tanpa harus menunggu informasi diteruskan oleh tenaga penjualan.

“Kalau ada sales, kita punya gap, dari customer ke sales, lalu sales ke kita. Ada jarak waktu. Kebetulan, kita berdua kalau dengan customer selalu fast response,” katanya.

Pendekatan tersebut juga diterapkan dalam proses kunjungan ke showroom. Sebagian besar calon pembeli membuat janji terlebih dahulu melalui Instagram atau WhatsApp, sehingga pihak GEMA Motorcars dapat menyiapkan kendaraan yang ingin dilihat.

Hengky memperkirakan sekitar 80 persen pengunjung yang datang telah mengarah pada proses transaksi, meski keputusan akhirnya tetap bergantung pada kesepakatan harga dan kebutuhan masing-masing konsumen.

Tak hanya menawarkan kesempatan melihat kendaraan secara langsung, GEMA Motorcars juga memberikan fasilitas test drive.

Menurut Hengky, kesempatan mencoba mobil menjadi penting untuk membantu pelanggan merasakan perbedaan karakter kendaraan, mulai dari kenyamanan suspensi hingga respons tenaga, yang belum tentu dapat dipahami hanya melalui penjelasan spesifikasi.

“Kalau cuma sekadar bicara, mungkin orang berpikir mobilnya biasa saja. Tetapi, kalau sudah dicoba, baru terasa perbedaannya. Kita ingin memberikan pengalaman itu kepada customer,” jelasnya.

Hengky juga ingin menghilangkan kesan bahwa showroom mobil mewah merupakan tempat yang kaku dan membuat pengunjung sungkan untuk bertanya atau mencoba kendaraan.

Meski menawarkan mobil dengan harga tinggi, GEMA Motorcars berupaya menghadirkan suasana yang santai dan terbuka, termasuk bagi calon pembeli yang belum langsung melakukan transaksi.

“Kita jual mobil high-end, tetapi enggak mau sekaku itu. Kita harus humble kepada customer. Kita enggak tahu, mungkin sekarang dia belum bisa beli, tetapi satu atau dua tahun ke depan dia bisa ingat pengalaman baik di showroom kita,” tuturnya.

Baca Juga: CEO GEMA Motorcars Ungkap Strategi Bisnis Mobil Mewah di Tengah Tantangan Ekonomi