Growthmates, kesuksesan sebuah bisnis kerap dikaitkan dengan kerja keras dan strategi yang matang. Namun, bagi CEO F&B ID Kawan Lama Group, Devin Widya Krisnadi, perjalanan membangun bisnis tidak sesederhana itu.
Ia mengungkapkan bahwa perkembangan bisnis yang diraih hingga saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang tidak instan.
Menurutnya, kerja keras tetap menjadi fondasi utama, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya peran hoki dalam perjalanan tersebut.
“Dan untuk mengembangkan bisnis ya tentunya pasti bisa sampai segede sekarang tentunya it takes a lot of effort, a lot of some luck juga mungkin, dan juga yang penting adalah harus konsisten ya,” ungkap Devin, dalam sebuah video sebagaimana dikutip Olenka, Rabu (25/3/2026).
Lebih jauh, Devin menyoroti satu hal yang menurutnya paling krusial dalam menjaga keberlangsungan bisnis, yaitu kemampuan mempertahankan pelanggan.
Baca Juga: Kerajaan Bisnis Kawan Lama Group: Dari Azko, Krisbow, hingga Informa
Baginya, transaksi pertama bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari hubungan jangka panjang dengan konsumen.
“Dan yang pasti, ya tadi saya bilang, kalau saya sih jawabannya cuma satu, yaitu gimana pun caranya, customer yang udah beli harus balik lagi,” tegasnya.
Pandangan Devin ini menekankan pentingnya loyalitas pelanggan sebagai indikator utama keberhasilan sebuah produk atau layanan.
Tanpa adanya pembelian ulang, pertumbuhan bisnis akan sulit bertahan dalam jangka panjang.
Ia pun lantas mengingatkan agar pelaku usaha tidak terlena dengan lonjakan penjualan yang hanya didorong oleh promo atau tren sesaat, seperti pengaruh Key Opinion Leader (KOL).
Menurutnya, fenomena tersebut tidak selalu mencerminkan kekuatan produk yang sebenarnya.
“Kalau dia gak balik lagi, cuman beli karena ada promo, atau karena KOL itu beli lalu ikutan, terus besoknya gak beli lagi, berarti kita harus bertanya, apakah kita sudah mempunyai produk yang tepat untuk mereka,” pungkas Devin.
Baca Juga: Mengenal Kuncoro Wibowo, Pendiri Kawan Lama Group yang Mengubah Toko Glodok Jadi Gurita Ritel