Prinsip kedua, kata Prof. Roy, adalah memastikan bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan. Menurut Prof. Roy, selisih antara harga jual dan biaya harus cukup sehingga usaha memiliki profit yang sehat.

Selanjutnya, bisnis juga harus memiliki penjualan yang terus bergerak. Tingginya penjualan atau turnover menjadi indikator bahwa produk atau layanan benar-benar diterima oleh pasar.

Selain itu, lanjut dia, pertumbuhan bisnis harus berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya melonjak sesaat lalu meredup.

"Bisnis harus bertumbuh secara sustainable, bukan seperti shooting star yang sebentar naik lalu hilang. Pertumbuhannya harus bertanggung jawab dan berkelanjutan," terangnya.

Namun, seluruh prinsip tersebut tidak akan berjalan tanpa memahami pasar dan pelanggan.

Prof. Roy menekankan bahwa sumber utama arus kas operasional berasal dari pelanggan, sehingga pebisnis harus benar-benar mengenali siapa konsumennya, apa kebutuhan mereka saat ini, hingga perubahan kebutuhan yang mungkin muncul di masa depan.

"Anda harus tahu market Anda, customer Anda, seleranya seperti apa, potensi kebutuhannya di masa depan seperti apa, termasuk latent needs-nya. Karena pada akhirnya cash flow from operation itu datang dari klien, baik klien retail maupun B2B," tutur Prof. Roy.

Prof. Roy pun menegaskan bahwa memahami pelanggan bukan hanya membantu meningkatkan penjualan, tetapi juga menjadi kunci agar bisnis mampu bertahan dalam jangka panjang.

“Dengan fondasi berupa pengelolaan arus kas yang baik, pencatatan keuangan yang rapi, profitabilitas, penjualan yang sehat, pertumbuhan berkelanjutan, serta pemahaman mendalam terhadap pasar, sebuah bisnis akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara konsisten,” tandasnya.

Baca Juga: Theo Derick Ungkap Kunci Bisnis Bertumbuh: Founder Jangan Hanya Diam di Kantor