Growthmates, perawatan kulit selama ini kerap identik dengan upaya mengatasi masalah yang sudah terlihat, mulai dari jerawat, kulit kusam, hingga tanda-tanda penuaan. Namun, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit, perhatian kini mulai bergeser pada bagaimana menjaga fungsi, kualitas, dan ketahanan kulit agar tetap optimal dalam jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., Deputy CEO ParagonCorp, saat acara Wardah Skin Longevity Clinic, yang diperkenalkan sebagai The First Wardah Skin Longevity Clinic by ParagonCorp in Southeast Asia, yang berlangsung di Spac8 Ashta, Jakarta, Jumat (1/10/2026).

Dikatakan Sari, perubahan cara pandang ini menjadi penting karena kesehatan kulit tidak hanya ditentukan oleh produk skincare yang digunakan, tetapi juga oleh berbagai kebiasaan yang dijalani setiap hari.

"Secara signifikan, kalau dulu pembicaraan tentang segitiga ini sering kali fokusnya pada perbaikan masalah yang sudah kelihatan. Tapi hari ini, awareness-nya sudah semakin meluas, karena kita ini ingin banget menjaga fungsi, kualitas, dan juga resiliensi kulit supaya tetap optimal dalam jangka waktu yang panjang,” kata Sari.

Melalui Wardah Skin Longevity Clinic, Wardah menghadirkan pengalaman yang menggabungkan aspek lifestyle, wellness, panduan dari para ahli, serta teknologi perawatan kulit. Pendekatan ini mengajak masyarakat melihat kesehatan kulit secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari apa yang diaplikasikan pada permukaan kulit.

"Di dalam kegiatan ini Wardah mengajak kita untuk memahami bagaimana kondisi kulit ini tidak hanya dipengaruhi sama skincare saja yang kita gunakan, tetapi juga bagaimana kita menjalani kehidupan kita sehari-hari," jelasnya.

Menurut Sari, kebiasaan sehari-hari seperti pola makan, pola pikir, hingga kualitas tidur turut menjadi bagian yang perlu diperhatikan ketika membicarakan kesehatan kulit dalam jangka panjang. Karena itu, masyarakat perlu mulai melihat perawatan kulit sebagai bagian dari gaya hidup secara keseluruhan.

"Dari lifestyle, dari apa yang kita makan, dari pola pikir, atau mungkin tidur" tuturnya.

Ia menilai, pertanyaan yang selama ini muncul ketika membicarakan skincare memang tetap relevan. Ketika mengalami masalah kulit, misalnya, seseorang dapat bertanya produk atau bahan aktif apa yang sesuai, seperti niacinamide, retinol, atau eksfoliasi. Namun, menurut Sari, ada pertanyaan yang lebih mendasar dan sebaiknya mulai dipikirkan lebih awal.

"Dan kalau berbicara tentang perawatan kulit atau skincare, rasanya sudah setahunan kita tuh berpikirnya, ketika kulit saya bermasalah, apa yang harus saya lakukan? Pakai niacinamide, atau pakai retinol? Exfoliating, atau tidak? Bukan berarti pertanyaan itu tidak relevan atau tidak penting, tapi rasanya kita harus bertanya lebih awal atau lebih mundur lagi," katanya.

Baca Juga: Wardah Skin Longevity Clinic Hadir di Jakarta, Kenali Hubungan Lifestyle dan Kesehatan Kulit

Pertanyaan tersebut kemudian diarahkan pada bagaimana seseorang dapat mempertahankan kondisi kulit yang sehat, bukan baru bertindak ketika masalah sudah muncul. Dari sinilah pemahaman bahwa skincare saja tidak cukup menjadi semakin penting.

"Bagaimana kalau kita sekarang mulai berpikir, bagaimana ya untuk menjaga fungsi kulit yang tetap sehat ini? Dan ketika kita mulai bertanya lebih awal, kita semua jadi paham kalau skincare saja itu tidak cukup," imbuh Sari.

Menurutnya, kesehatan kulit berkaitan dengan berbagai aspek yang memiliki dasar keilmuan masing-masing. Istirahat yang cukup, asupan nutrisi, aktivitas fisik, hingga kebiasaan sehari-hari menjadi bagian dari gaya hidup yang perlu diperhatikan bersama perawatan kulit.

Dan, melalui Wardah Skin Longevity Clinic, berbagai pendekatan tersebut kemudian dipertemukan dalam satu pengalaman. Wardah berupaya mendekatkan beragam keahlian dan ilmu yang berkaitan dengan kesehatan kulit serta gaya hidup kepada masyarakat, sehingga konsumen tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memahami kondisi dirinya secara lebih personal.

"Di sinilah Wardah Skin Longevity Clinic itu hadir. Kita berusaha menjadi platform pertama yang menyatukan semua sains itu. Agar apa? Agar kita semua bisa mulai lebih mengenali diri sendiri, dan Wardah mencoba mendekatkan berbagai macam ekspertis atau sains itu lebih dekat ke masyarakat," ungkap Sari.

Lebih jauh, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan baru yang didapat selama mengunjungi klinik. Sari berharap pengunjung dapat membawa pulang berbagai pemahaman yang bisa langsung diterapkan dalam keseharian.

"Harapannya, teman-teman pengunjung setelah menjalani aktivitas ini, bukan hanya datang dengan pengetahuan baru, tapi hal-hal yang bisa diterapkan yang tidak usah menunggu minggu depan, mungkin esok hari sudah mulai bisa diterapkan," tukasnya.

Terakhir, Sari mengatakan, dengan pendekatan yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu dan keahlian, Wardah menempatkan skin longevity sebagai perjalanan jangka panjang untuk menjaga kesehatan kulit.

Bukan hanya tentang bagaimana kulit terlihat hari ini, tetapi juga bagaimana mempertahankan fungsi dan kualitasnya agar tetap sehat seiring waktu.

"Karena kita percaya ini adalah multi sains, multi ekspertis, dengan one goal, yaitu masa depan kulit yang lebih sehat," tutup Sari.

Baca Juga: Mengenal Sosok Sari Chairunnisa, Deputy CEO ParagonCorp