Perjalanan Karier
Sebelum terjun ke dunia akting, Agla Artalidia lebih dulu meniti karier sebagai pramugari. Finalis Gadis Sampul 2003 ini bahkan sempat menetap di Singapore selama enam tahun, yakni dari 2009 hingga akhir 2014, saat masih menjadi pramugari.
Pada awal 2015, setelah kembali ke Indonesia, Agla mulai merintis bisnis fesyen bernama Kalalula yang menawarkan busana kasual untuk perempuan.
Namun di tengah kesibukannya mengembangkan usaha tersebut, ia mendapat tawaran untuk membintangi serial televisi Kesempurnaan Cinta pada 2016. Tanpa ragu, Agla menerima tawaran tersebut. Proses syuting yang cukup intens selama tiga hingga empat bulan membuatnya harus membagi fokus antara karier akting dan bisnisnya.
Baca Juga: Asri Welas dan Perjalanan Kariernya sebagai Aktris Multitalenta, Pernah Jalani Profesi SPG
Ketertarikan Agla pada dunia film sebenarnya sudah muncul sejak lama. Saat remaja, ia pernah terinspirasi oleh film View from the Top yang dibintangi Gwyneth Paltrow.
Meski begitu, ia sempat mengurungkan niat untuk menekuni dunia seni karena tumbuh dalam keluarga yang sangat mengutamakan pendidikan, sehingga ia tidak memiliki banyak kesempatan untuk mengeksplorasi minatnya di bidang tersebut.
Setelah memulai karier akting, Agla kemudian aktif membintangi berbagai film layar lebar. Ia tampil dalam sejumlah judul populer seperti Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2020), Hari yang Dijanjikan (2021), Hayya 2: Hope, Dream & Reality, Sayap-Sayap Patah, Miracle in Cell No. 7, dan Qodrat (2022).